BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Infrastruktur pedestrian sepanjang 50 meter di Jalan alternatif Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ambles pasca hujan deras yang terjadi, Sabtu (16/9/2025). Insiden ini menimbulkan keprihatinan serius terkait keselamatan pejalan kaki dan kualitas infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jembatan Jalan Wilayah Satu Kabupaten Bogor, Reza, mengkonfirmasi kejadian yang terjadi pada Sabtu lalu tersebut. Menurutnya, amblesnya trotoar dipicu oleh ketidakmampuan struktur tanah di bawah pedestrian menahan beban saat intensitas hujan tinggi.
“Kejadian ini terjadi pada Sabtu kemarin setelah hujan lebat. Tanah di bawah pedestrian tidak mampu menahan beban dan akhirnya ambles,” ungkap Reza dikutip dari timetoday.id, Rabu (20/8/2025).
Analisis awal yang dilakukan pihak UPT menunjukkan bahwa faktor utama penyebab amblasnya trotoar adalah ketidakstabilan kontur tanah di bawah struktur pedestrian. Kondisi ini diperparah dengan intensitas hujan deras yang terjadi pada hari kejadian, menyebabkan tanah jenuh air dan kehilangan daya dukungnya.
Fenomena seperti ini umumnya terjadi ketika sistem drainase tidak memadai atau struktur pondasi tidak sesuai dengan kondisi geologi setempat. Namun, pihak UPT belum melakukan investigasi mendalam terkait aspek teknis konstruksi trotoar tersebut.
Merespons insiden ini, UPT telah mengambil langkah-langkah darurat untuk memastikan keselamatan pengguna jalan. Pemasangan rambu peringatan telah dilakukan di sekitar area yang rawan sebagai upaya pengamanan sementara.
“Kami segera memasang rambu sebagai langkah pengamanan dan melaporkan insiden ini ke dinas terkait untuk penanganan lebih lanjut,” terang Reza.
Meskipun demikian, area pedestrian yang ambles belum ditutup sepenuhnya untuk akses publik. Reza mengimbau masyarakat untuk menghindari area tersebut hingga ada penanganan komprehensif dari pihak berwenang.
Penanganan perbaikan trotoar yang ambles ini terkendala aspek administratif dan anggaran. Pihak UPT masih menunggu arahan dari dinas terkait, termasuk kemungkinan pemanfaatan dana darurat bencana yang tersedia.
“Respons dari dinas menunjukkan rencana menganggarkan perbaikan dalam anggaran perubahan. Kami menunggu kepastian surat edaran Bupati terkait status bencana kemarin,” jelas Reza.
“Keamanan pejalan kaki tetap menjadi prioritas utama kami sampai penanganan selesai dilakukan,” tambahnya.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post