BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Bogor, pada Senin 7 Juli 2025 mengakibatkan bencana banjir di sejumlah wilayah diantaranya Kecamatan Klapanunggal dan Cileungsi sehingga 3.936 warga terpaksa mengungsi.
Berdasarkan data Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor, jumlah pengungsi terbanyak ada di Desa Kahuripan, Klapanunggal. Sementara jumlah pengungsi Desa Bojong, Klapanunggal dan Desa Mampir, Cileungsi ada 168 jiwa.
Menurut Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kecamatan Klapanunggal Nenda Anisa, bahwa banjir melanda sejumlah desa diantaranya Desa Kahuripan, Desa Bojong, Klapanunggal dan Desa Mampir, Cileungsi.
“Ya, mereka hingga saat ini masih mengalami kebanjiran,” ujarnya, Selasa 8 Juli 2025.
Dia mengatakan, pemicu terjadinya banjir di dua kecamatan itu, karena meluapnya Kali Cibarengkok setelah hujan deras pada Senin sore hingga malam.
“Semalam di beberapa perumahan di Desa Kahuripan, tinggi banjir mencapai 150 Cm. Akibatnya, ribuan warga mengungsi ke Balai Desa Kahuripan dan beberapa Majelis di kampung – kampung yang lokasinya lebih tinggi,” kata Anisa.
Masih kata Nenda Anisa, perbedaan waktu banjir karena Desa Kahuripan berada di wilayah hulu, sementara Desa Bojong, Klapanunggal dan Desa Mampir, Cileungsi berada di wilayah hilir.
“Kalau di Desa Kahuripan, air setinggi 150 Cm pada Senin sekitar pukul 22.00 WIB, sementara di Bojong, Klapanunggal dan Desa Mampir, Cileungsi dimulai pada Selasa pukul 04.00 WIB hingga saat ini,” tuturnya.
Dirinya juga mengatakan, bahwa jebolnya tanggul membuat air meluap,
sebab selama ini warga tidak pernah kebanjiran. “Iya, baru kali ini kejadian banjir, karena tanggulnya jebol,” terangnya.
Untuk menangani kebutuhan makanan para pengungsi, Dinas Sosial Kabupaten Bogor telah menyediakan dapur umum.
“Kami memasak untuk 3.936 korban bencana alam banjir yang terjadi di tiga desa, dua kecamatan,” tandas dia.
Sementara itu, Wabup Bogor Jaro Ade yang didampingi Dinas Sosial, Camat dan Anggota DPRD Kabupaten Bogor Beben Suhendar pada Selasa pagi gerak cepat (Gercep) ke lokasi dan memberikan untuk memenuhi kebutuhan para korban.
Di lokasi Jaro Ade juga memberikan suntikan moral kepada ibu – ibu yang bertugas di dapur umum, dan bahkam ia ikut memasak lauk untuk para pengungsi.
“Pagi ini, Pemkab Bogor memberikan 200 karung beras, 10 terpal, 50 selimut, 300 sarden, 300 biskuit, 300 Omela dan 300 abon. bantuan selanjutnya juga akan kami laporkan ke pak bupati agar di siapkan keperluan lainya,” pungkas Jaro Ade.
Reporter. : Yudi Surahman Editor. : Muttaqien
























Discussion about this post