BogorOne.co.id | Kota Bogor – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor memastikan bahwa peristiwa banjir di sayap Jembatan Otista takkan terjadi lagi.
Kepala Bidang Pemeliharaan Kebinamargaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Dian Setiawan mengatakan bahwa pihaknya telah memasang sebanyak lima grill pembuangan air di bagian kiri Jembatan Otista.
Selain itu kata Dian, pihak kontraktor juga telah membolongi beberapa titik untuk pembuangan air.
“Insya Allah sekarang tidak akan banjir lagi. Waktu itu sempat banjir karena pihak ketiga tak menyiapkan grill pembuangan air. Yang ada hanya pipa buangan air sebesar empat inch, itupun tertutup kantung semen,” ujar Dian.
Menurut dia, peristiwa banjir yang terjadi beberapa waktu lalu lantaran tingginya curah hujan di Kota Bogor, kemudian ditambah dengan tidak adanya saluran air di bagian atas.
“Ada informasi katanya ada sumbatan di saluran dekat Suryakencana, tapi setelah dicek tidak ada. Sebelumnya tidak pernah banjir karena ada grill di sayap jembatan,” kata Dian.
Saat disinggung mengenai apakah adanya perubahan elevasi jembatan menjadi faktor penyebab. Dian menyebut bahwa itu bisa saja terjadi.
Namun, ia menegaskan bahwa perubahan elevasi itu lantaran adanya perubahan perencanaan awal jembatan. “Kan tadinya mau diluruskan. Tapi karena dibawah ada lengkungan penyangga yang dibangun saat zaman kolonial. Jadi desain diubah,” ungkapnya.
Sebelumnya, Anggota Komisi III, Zaenul Mutaqin (ZM) menilai bahwa banjir terjadi lantaran adanya perubahan elevasi jembatan, yang tak dibarengi drainase yang mumpuni. Sehingga menyebabkan banjir.
“Ketika adanya elefasi, otomatis permukaannya lebih tinggi daripada jalan yang ada dan akhirnya air semua tumpah dan ngumpul disitu,” ujar ZM.
Atas dasar itu, kata dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memperlebar drainase sehingga dapat menampung aliran air.
“Mungkin sebelum pengerjaan perencanaan itu kurang matang. Masalah pembuangan air itu tidak diperhitungkan,” kata ZM.
Politisi PPP ini menegaskan, apabila perencanaan perhitungan buangan air akibat adanya elevasi jembatan matang, banjir di Otista tidak ada terjadi. “Ini kan ketahuannya saat hujan besar,” ucap dia.
Selain itu, kata ZM, banjir lintasan yang kerap terjadi pada beberapa titik wilayah Kota Bogor diakibatkan lantaran buruknya drainase. Seperti di Jalan Ahmad Yani, Dadali, dan Pandu Raya.
“Meluapnya air karena jaringan drainase itu kurang bagus. Kalau bagus air bisa tertampung tidak mungkin ada banjir. Contoh di Jalan Ahmad Yani itu kan ada pedesterian baru, tapi tidak diikuti dengan perbaikan drainase,” ungkapnya.
Lebih lanjut, kata ZM, DPRD mendorong Pemkot Bogor untuk fokus memperbaiki jaringan drainase, usai raperda drainase disahkan menjadi perda.
“Jadi setelah perda rampung. Pemkot diharuskan membuat grand desain untuk jaringan drainase se-Kota Bogor secara keseluruhan,” tandasnya. (Fry)


























Discussion about this post