BogorOne.co.id | Kota Bogor – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mencatat sebanyak 22,2 persen warga mengalami gangguan kecemasan dan 11,2 persen mengalami depresi sepanjang tahun 2025. Sementara 66,6 persen lainnya tercatat mengalami gangguan jiwa berat.
Kepala Dinkes Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno, mengatakan data tersebut menjadi alarm penting bagi semua pihak untuk meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan mental.
“Angka ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap kesehatan jiwa perlu terus diperkuat. Banyak yang belum berani terbuka atau mencari pertolongan profesional,” kata dr. Retno di Bogor.
Menurutnya, gangguan kesehatan jiwa dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor internal meliputi kondisi fisik, pengalaman hidup, dan tekanan pekerjaan, sedangkan faktor eksternal bisa berasal dari konflik keluarga, tekanan sosial, hingga bencana alam.
“Sehat jiwa dalam segala situasi berarti kemampuan seseorang untuk tetap tangguh menghadapi tekanan, baik dari dalam diri maupun lingkungan,” ujarnya.
Retno menambahkan, gangguan kesehatan jiwa saat ini menjadi penyebab kedua tertinggi Years Lived with Disability (YLDs) di Indonesia setelah gangguan otot dan rangka. Jenis gangguan yang paling banyak dialami di antaranya depresi (3,69%), gangguan kecemasan atau anxietas (3,56%), dan skizofrenia (2,09%).
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Kota Bogor mendorong penerapan Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP) yang bisa dilakukan oleh masyarakat umum, bahkan non-tenaga kesehatan.
Konsep ini meliputi memperhatikan gejala psikologis, mendengarkan secara empatik, dan menghubungkan individu dengan tenaga profesional yang dapat memberikan bantuan lebih lanjut.
“Jika seseorang mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan, segera lakukan P3LP. Bila masalah berlanjut, jangan ragu mencari bantuan profesional,” jelasnya.
Dinkes Kota Bogor juga terus memperkuat layanan kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan primer seperti puskesmas dan rumah sakit, melalui kolaborasi lintas sektor dan edukasi publik.
“Kami terus mengedepankan upaya promotif, preventif, dan edukatif agar literasi kesehatan mental menjadi budaya di masyarakat,” tegas dr. Retno.
Dalam momentum Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang diperingati setiap 10 Oktober, Dinkes Kota Bogor mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental dengan tema “Sehat Jiwa dalam Segala Situasi.”
“Tidak ada kesehatan tanpa kesehatan jiwa,” pungkasnya.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post