BogorOne.co.id | Kota Bogor – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor menutup akses masuk menuju Alun-Alun Kota Bogor dari arah Stasiun Bogor, Minggu, 4 Januari 2026. Penutupan dilakukan untuk mengendalikan aktivitas pedagang kaki lima serta mengurai kepadatan pengunjung.
Kepala Bidang Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Disperumkim Kota Bogor, Devi Librianti, mengatakan kebijakan tersebut bertujuan mengurangi risiko pedagang kaki lima masuk ke area Alun-Alun Kota Bogor, khususnya melalui gate 6.
“Penutupan ini untuk membatasi pedagang agar tidak masuk ke dalam gate 6,” kata Devi, Minggu.
Menurut dia, penutupan akses dari Stasiun Bogor juga dimaksudkan untuk memecah arus pengunjung dengan mengarahkan masyarakat masuk dari sisi pinggir Alun-Alun Kota Bogor. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan sterilisasi kawasan pada malam hari.
“Ini juga untuk persiapan steril pukul 22.00 WIB. Saat steril, tidak ada lagi pengunjung yang bisa masuk,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Bogor menganggarkan penataan dan relokasi pedagang kaki lima pada 2026. Salah satu lokasi relokasi yang disiapkan berada di Jalan Nyi Raja Permas, di belakang Alun-Alun Kota Bogor.
“Kita sudah menganggarkan pengadaan untuk lokasi Nyi Raja Permas. Tempat ini akan dimanfaatkan untuk relokasi seluruh pedagang di Jalan Dewi Sartika atau Alun-Alun Kapten Muslihat,” kata Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, Sabtu, 3 Januari 2026.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post