BogorOne.co.id | Kota Bogor – Profesor Christofora Hanny Wijaya dari IPB University meraih penghargaan dari Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI atas inovasi aplikasi minyak atsiri nasional berbentuk permen kayu putih Cajuputs® Candy. Penghargaan diserahkan pada acara Aromatika Indofest 2025 di Jakarta, Jumat (11/7) lalu.
Dikutip dari laman resmi IPB University, Guru Besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB University ini mengembangkan permen pelega tenggorokan menggunakan flavor minyak atsiri dari tanaman kayu putih (Melaleuca cajuputi Roxb.). Produk inovasi yang telah dipatenkan ini memanfaatkan bahan baku lokal Indonesia yang murah dan praktis.
“Cajuputs® Candy muncul sebagai produk dengan ciri bahan baku lokal, murah, praktis, mudah, dan menyehatkan,” ungkap Prof Hanny, Kamis (17/7/2025).
Bahan flavor permen diperoleh dari tanaman kayu putih yang tumbuh di Pulau Buru, Kepulauan Maluku. Tanaman khas Indonesia ini menghasilkan minyak atsiri yang telah dimanfaatkan sebagai ingredien farmasi, pengobatan, dan aromaterapi.
Penelitian permen kayu putih telah dilakukan sejak 1996 dengan komersialisasi massal dimulai pada 2010. Hingga kini, produk inovasi tersebut masih mendapat permintaan pasar.
Prof Hanny yang juga menjabat sebagai Presiden Asosiasi Flavor dan Fragran Indonesia (AFFI) melibatkan berbagai pihak dalam penelitian ini. Mulai dari mahasiswa, dosen, peneliti, Pusat Studi Biofarmaka Tropika, industri, hingga Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi (LKST) IPB University.
“Saya bahagia karena invensi ini melibatkan dan memotivasi banyak pihak sejak 1996,” ujarnya.
Sebagai teknolog flavor, Prof Hanny berharap inovasi Cajuputs® Candy dapat menjadi peluang pengembangan produk sejenis. Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan sumber kearifan lokal yang belum dimanfaatkan optimal.
“Tantangan utama industri minyak atsiri adalah fokus yang masih di sektor hulu, belum menyentuh hilirisasi secara maksimal,” katanya.
Prof Hanny menjelaskan untuk skala industri kecil menengah, hilirisasi crude essential oils dari berbagai tanaman lokal etnik sangat mungkin dilakukan. Namun untuk skala besar dengan nilai tambah ekonomi signifikan, fokus pada produk derivatisasi minyak atsiri unggulan menjadi kunci kompetitif.
Pemanfaatan minyak atsiri dan turunannya sebagai bahan flavor memberikan nilai ekonomi tinggi dan strategis bagi pengembangan industri nasional.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post