BogorOne.co.id | Kota Bogor – DPC Partai Demokrat Kota Bogor dengan tegas menolak Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara pada Jumat (5/3). Dimana, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dilengserkan dari kursi ketua umum dan digantikan oleh Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.
“DPC Partai Demokrat menolak hasil KLB abal-abal itu. KLB tidak sah karena tak sesuai dengan AD ART partai, dimana harus ada persetujuan dari Majelis Tinggi Partai (MTP) dan wajib dihadiri 2/3 DPD dan setengah DPC yang ada di Indonesia,” ujar Ketua DPC Partai Demokrat Kota Bogor, R. Dodi Setiawan kepada wartawan, Senin (8/3).
Menurut Dodi, KLB itu sama sekali tidak dihadiri oleh pengurus partai yang memiliki hak suara sah. “Nggak ada yang hadir. Karena saat KLB seluruh pengurus partai se-Indonesia ada di DPC dan DPD untuk mendengarkan AHY konferensi pers,” katanya.
Dodi menegaskan, kabar bahwa KLB dihadiri oleh 20 ketua DPC itu tidak benar. Sebab, mereka semua sudah dipecat dua hari sebelum KLB dilaksanakan.”Jadi yang hadir itu sudah dipecat DPP. Sedangkan sisanya yang hadir disana adalah barisan sakit hati yang tak punya hak suara di partai dan mantan kader yang telah diberhentikan,” ungkapnya.

Dodi menyatakan, Demokrat Kota Bogor fatsun dengan hasil Kongres 5 Maret 2020, dimana AHY disahkan menjadi ketua umum. “Dan itu sudah disahkan juga oleh Kementerian Hukum dan HAM,” katanya.
Kata Dodi, KSP Moeldoko tidak bukan kader Demokrat. Sehingga, apabila ia ingin menjadi ketua partai sebaiknya, ia membuat partai baru tanpa harus merebut partai orang. “Pak Moeldoko bukan kader, apa yang dilakukan tidak etis. Kami meminta agar pemerintah tidak mensahkan hasil KLB bodong tersebut,” ungkapnya.
Dodi juga menegaskan, sejauh ini kader Demokrat Kota Bogor tidak ada yang menghadiri KLB tersebut. Namun, kata dia, apabila ada kader yang ada mencatut namanya untuk membuat surat kuasa guna menghadiri KLB, pihaknya akan menempuh proses hukum.
“Barang siapa mencatut nama saya membuat surat kuasa atas nama DPC, maka akan diproses hukum,” tegasnya.
Dodi menilai, ada pihak-pihak yang tak ingin Demokrat kembali berjaya, dimana berdasarkan survei saat ini, partai berlambang mercy itu berada di peringkat tiga nasional. “Ada pihak yang ingin memecah belah partai kami. DPP memiliki rencana untuk memproses hukum, mereka yang terlibat di dalam KLB,” Pungkasnya. (Sgh)























Discussion about this post