BogorOne.co.id | Jakarta – Persatuan Wartawan Indonesia Pusat mengakhiri dualisme kepengurusan PWI Sumatera Utara (sumut). Tim Penyelesaian Dualisme PWI Pusat menetapkan Farianda Putra Sinik sebagai pengurus sah PWI Provinsi Sumut.
Keputusan itu diambil dalam pertemuan daring antara pengurus PWI Pusat di Jakarta dan pihak-pihak di Sumatera Utara, Jumat pekan lalu. Pertemuan berlangsung selama satu jam, sejak pukul 11.00 hingga 12.00 WIB.
“PWI Pusat merekomendasikan kepengurusan Saudara Farianda Putra Sinik sebagai pengurus sah,” kata Atal S. Depari, Ketua Dewan Kehormatan PWI yang memimpin tim penyelesaian. Keputusan diambil setelah mendengar pandangan dan komitmen kedua pihak.
Dari Sumatera Utara hadir Farianda Putra Sinik, SR Hamonangan Panggabean, dan Austin EA Tumengkol. Sementara jajaran PWI Pusat, Atal S. Depari, Anrico Pasaribu, Kadirah, Hilman Hidayat, dan Edison Siahaan, mengikuti rapat dari Ruang Rapat Pleno PWI Pusat, Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Farianda menyambut keputusan itu dengan mengajak seluruh pihak bersatu. “Saya mengajak adik saya Austin dan seluruh rekan wartawan untuk kembali bersama membangun PWI Sumut,” ujarnya.
Austin EA Tumengkol menyatakan menerima keputusan PWI Pusat. “Saya menerima dengan penuh keikhlasan dan semangat kebersamaan,” kata Austin. Ia menyebut sudah saatnya menjaga marwah organisasi dan memperkuat peran PWI Sumut.
Anrico Pasaribu, anggota Tim Penyelesaian Dualisme, mengatakan penyelesaian ini juga memulihkan keanggotaan seluruh pengurus yang sebelumnya terlibat konflik pecat-memecat.
“Tidak ada lagi kubu-kubuan, semua kembali dalam satu rumah besar PWI,” katanya.
Tim Penyelesaian Dualisme PWI se-Indonesia dibentuk berdasarkan amanat Kongres Persatuan yang digelar 29–30 Agustus 2025 di Cikarang. Tim bertugas menuntaskan konflik kepengurusan di daerah yang muncul sebelum kongres.
Atal S. Depari berharap penyelesaian damai di PWI Sumut menjadi teladan bagi daerah lain. “PWI adalah rumah besar wartawan—tempat kita tumbuh bersama dalam profesionalisme dan integritas,” ujarnya.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post