BogorOne.co.id | Jakarta – Sejumlah tokoh eksternal yang sempat disebut dalam bursa bakal calon ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (ketum PPP) menyatakan tidak berminat untuk mencalonkan diri dalam Muktamar PPP ke-10 yang akan digelar pada September 2025 mendatang.
Salah satunya adalah mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman.
“Saya tidak berminat, saya belum mau berpolitik,” kata Dudung dikutip dari beritasatu, Kamis (29/5/2025).
Selain Dudung, nama-nama seperti Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga sempat muncul dalam wacana pencalonan, namun keduanya menolak.
Ketua Majelis Pertimbangan PPP, M. Romahurmuziy atau Rommy, sebelumnya aktif mendorong sejumlah tokoh eksternal untuk maju. Menurut Rommy, PPP memerlukan figur yang kuat secara posisi dan logistik agar dapat kembali lolos ke DPR.
“Ketokohan saja tidak cukup. Ketua umum PPP ke depan harus tokoh sekaligus pengusaha,” ujar Rommy dalam sebuah podcast di YouTube.
Rommy menyebut telah menawarkan posisi ketua umum kepada Anies Baswedan, namun ditolak.
“Mas Anies mengatakan tidak tertarik,” ungkapnya.
Sementara itu, Gus Ipul disebut langsung mengundurkan diri dari bursa saat mendengar nama mantan Menteri Pertanian Amran Sulaiman turut dimunculkan.
“Ini bukan kelas saya,” ujar Rommy menirukan ucapan Gus Ipul.
Amran Sulaiman hingga kini belum menyampaikan sikap secara terbuka, namun menurut Rommy, komunikasi dengan Amran masih terus dilakukan. Ia menyebut Amran sebagai kandidat ideal karena memenuhi kriteria tokoh sekaligus pengusaha.
“Pak Amran adalah tokoh sekaligus tauke. Saya berkali-kali meyakinkan beliau, bahkan sampai ke Makassar,” katanya.
Amran diketahui memiliki kedekatan dengan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam) dan Presiden Joko Widodo.
Meski demikian, pencalonannya bisa terganjal aturan internal partai. Berdasarkan AD/ART PPP, calon ketua umum harus berasal dari internal partai.
Dari kalangan internal, beberapa nama juga disebut bakal maju dalam muktamar mendatang, antara lain Sekjen PPP Arwani Thomafi dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasien Maimoen. Namun, keduanya dinilai tidak memiliki kekuatan logistik seperti yang diharapkan Rommy.
























Discussion about this post