BogorOne.co.ud | CIBINONG – Dunia pendidikan di Kabupaten Bogor kembali diguncang isu miring. Jagat media sosial tengah dihebohkan oleh dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan seorang oknum guru Bimbingan Konseling (BK) di salah satu SMA Negeri di kawasan Cibinong.
Kasus ini mencuat setelah akun Instagram @usuttuntas_pelaku_ks membagikan kronologi tindakan tidak terpuji yang dialami oleh salah seorang siswi. Unggahan tersebut memicu gelombang kemarahan netizen dan menjadi sorotan publik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan pelecehan tersebut bermula saat korban menjalani sesi konseling rutin dengan pelaku. Oknum guru tersebut diduga meminta korban datang menemuinya di ruang kelas yang sepi setelah jam pelajaran berakhir.
Awalnya, pelaku mendengarkan curhatan korban selayaknya guru BK pada umumnya. Namun, situasi berubah saat pelaku diduga meminta izin untuk memeluk siswi tersebut. Mirisnya, tindakan ini dikabarkan telah terjadi berulang kali. Tidak hanya pelecehan fisik, pelaku juga diduga kerap meminta foto pribadi (PAP) korban melalui aplikasi WhatsApp.
Merasa tertekan, korban akhirnya memberanikan diri mengadukan perbuatan gurunya kepada orang tua. Mendengar pengakuan tersebut, pihak keluarga yang tersulut emosi langsung mendatangi sekolah pada Jumat lalu untuk meminta pertanggungjawaban.
Situasi di lingkungan sekolah sempat tegang. Bahkan, beredar kabar salah satu orang tua korban membawa senjata tajam karena saking emosinya. Kondisi yang memanas membuat pihak sekolah terpaksa mengunci siswa-siswi di dalam kelas demi keamanan.
“Pihak orang tua akhirnya tahu, dan Jumat kemarin ramai di sekolah. Anak-anak dikunci di dalam kelas,” bunyi narasi dari Metropolitan.id.
Ketegangan tidak berhenti di situ. Wali kelas korban yang mengetahui kejadian tersebut dikabarkan ikut emosi hingga sempat terjadi aksi pemukulan terhadap oknum guru BK tersebut di lingkungan sekolah.
Kasus ini berpotensi menjadi fenomena gunung es. Muncul dugaan bahwa korban bukan hanya satu orang, melainkan sudah ada beberapa murid lain yang pernah mengalami perlakuan serupa.
Selain itu, menurut pengakuan salah seorang guru yang viral di media sosial, pelaku dikenal kerap melakukan komunikasi intens melalui sambungan telepon dengan sejumlah perempuan di luar lingkungan sekolah secara tidak wajar.
Hingga saat ini, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi mengenai jumlah pasti korban maupun langkah internal yang diambil. Namun, guna menghindari amuk massa yang lebih besar, pihak sekolah dikabarkan telah menyerahkan oknum guru tersebut ke pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Editor : Muttaqien
























Discussion about this post