BogorOne.co.id | Kota Bogor – Lahan eks Pasar Bogor mulai disiapkan untuk dikembangkan menjadi kawasan parkir sekaligus ruang pendukung wisata di pusat Kota Bogor. Pemanfaatan kawasan tersebut menjadi bagian dari rencana penataan setelah proses pembongkaran eks gedung Plaza dan Pasar Bogor rampung pada akhir Juli 2026.
Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Jenal Abidin mengatakan saat ini lahan eks Plaza dan Pasar Bogor masih dalam tahap penataan dan pengerasan tanah. Sementara waktu, area tersebut digunakan sebagai lahan parkir untuk membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar Jalan Suryakencana.
“Iya, dari akhir Juli sudah selesai. Sekarang sedang dilakukan penataan dan pengerasan tanah,” kata Jenal, Rabu, 5 Agustus 2026.
Menurut Jenal, penggunaan sementara sebagai area parkir dilakukan sembari menunggu konsep pengembangan kawasan ditetapkan. Keberadaan kantong parkir di lokasi tersebut diharapkan dapat mengurai persoalan kemacetan di kawasan pusat Kota Bogor.
“Selagi proses itu berlangsung kami gunakan untuk sarana perparkiran. Kami mau membantu agar mengurangi kemacetan di sekitar Jalan Suryakencana,” ujarnya.
Pengembangan kawasan eks Pasar Bogor nantinya akan dilakukan melalui mekanisme beauty contest. Melalui skema tersebut, investor akan menawarkan konsep terbaik untuk mengelola dan mengembangkan kawasan.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan konsep yang dipilih tidak hanya harus menarik dari sisi investasi, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan penataan kawasan, terutama persoalan parkir dan kepadatan kendaraan.
“Konsep apa saja yang bisa menarik untuk investasi, namun juga membantu pemerintah menangani kepadatan di titik pintu masuk Kebun Raya yang sering macet,” kata Jenal.
Ia menyebut salah satu prioritas pengembangan kawasan tersebut ialah penyediaan kantong parkir bagi wisatawan yang berkunjung ke sejumlah destinasi di sekitar pusat kota, seperti Kebun Raya Bogor, kawasan Suryakencana, hingga kawasan wisata religi Empang.
Selain fasilitas parkir, pemerintah juga menyiapkan sejumlah opsi konsep pengembangan, mulai dari pasar tematik, pasar basah, pasar bersih, hingga Convention Hall.
Pasar tematik nantinya diarahkan sebagai pusat oleh-oleh khas Bogor. Sementara konsep pasar bersih ditujukan untuk memperbaiki tata kelola aktivitas perdagangan agar proses pengemasan barang tidak lagi dilakukan di dalam area pasar.
Adapun pembangunan Convention Hall menjadi salah satu gagasan untuk menghadirkan ruang kegiatan berskala nasional maupun internasional. Fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata dan memberikan dampak terhadap pendapatan daerah.
“Bogor ingin punya Convention Hall sehingga bisa menjadi tempat berbagai ajang pertunjukan. Harapannya mampu menarik lebih banyak wisatawan datang ke Kota Bogor dan berdampak pada peningkatan pendapatan daerah,” ujar Jenal.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post