BogorOne.co.id | Garut – Gunung Papandayan merupakan sebuah kompleks dan stratovolcano yang rumit juga disebut sebagai gunung berapi komposit.
Gunung tersebut berlokasi di Kabupaten Garut, mulai dari Kabupaten Garut hingga ke arah tenggara kota Bandung di Jawa Barat, Indonesia.
Tempat ini berjarak sekitar 15 km ke arah barat daya kota Kabupaten Garut. Saat ini aktivitas fumurol pada periode tersebut masih ada dan aktivitas vulkaniknya besar hingga 1772 seperti mengutip dari laman Wikiversity.
Gunung Papandayang merupakan jenis gunung stratovolcano yang rumit dan disebut sebagai gunung berapi kerucut komposit.
Dari tempat letusan yang pernah tercatat, Gunung Papandayan mempunyai ladang fumarol yang juga aktif tepat setelah terjadinya letusan.
Kawasan Gunung Papandayan memiliki flora yang sangat indah dan menarik, seperti pohon suagi, edelweis, puspa, saninten, pasang, kihujan, jamuju, dan Manglid.
Sementara untuk faunanya terdapat babi hutan, trenggiling, kijang, lutung, serta beberapa jenis burung antara lain walik dan kutilang.
Gunung Papandayan juga mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous.
Kawah Papandayan ini merupakan kawasan gunung berapi yang masih aktif dengan luas mencapai 10 Ha. Terdapat lubang-lubang magma yang mengeluarkan asap atau uap air.
Lubang itu yang menimbulkan berbagai macam suara unik dan terdapat tempat terkenal yang wajib dikunjungi di Gunung Papandayan yaitu Hutan Mati.
Mengutip dari laman Indonesia Kaya, Hutan Mati merupakan salah satu bagian eksotis dari Gunung Papandayan.
Sebuah padang yang akan menyajikan pemandangan pohon-pohon kering dan memberikan pesona keindahan eksotis. Inilah Kawasan Hutan Mati.
Kawasan yang biasa dilewati para pendaki Gunung Papandayan sebelum sampai ke puncak Tegal Alun yang penuh dengan bunga edelweis.
Lokasi tempat perhentian bagi pendaki adalah Pondok Saladah, merupakan kawasan padang rumput dengan luas mencapai 8 Ha dan memiliki ketinggian 2.288 m di atas permukaan laut.
Di dekat sini terdapat Sungai Cisaladah yang airnya mengalir sepanjang tahun. Di Pondok Saladah, para pendaki bisa berkemah.
Sementara, sumber air panas letaknya di perbatasan Cigenah, sumber air panas ini mengandung belerang dan berkhasiat dalam penyembuhan penyakit kulit terutama gatal-gatal.(Ir-v)
























Discussion about this post