• INFO IKLAN
  • Redaksi
  • VISI dan MISI
  • Kode Etik Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Rabu, Agustus 26, 2026
bogorone.co.id
  • Login
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
bogorone.co.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
Bogor One
No Result
View All Result
Home EKBIS

Ekspor Udang Beku Ditolak AS Usai Terkontaminasi Cesium

Redaksi by Redaksi
14 September 2025
in EKBIS, NASIONAL
0
Kontaminasi Udang

Sumber foto: Jalatech.com

76
SHARES
76
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BogorOne.co.id – Kasus penolakan ekspor udang beku ke Amerika Serikat baru-baru ini menimbulkan kekhawatiran publik terkait keamanan pangan. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menemukan adanya kontaminasi radioaktif cesium pada tiga batch produk udang dari Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Dr Roni Nugraha, dosen Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, menegaskan bahwa kontaminasi itu bukan berasal dari proses produksi maupun pengolahan udang di perusahaan perikanan.

“Ini sebenarnya bukan pencemaran dari industri perikanan. Berdasarkan penelusuran Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), cesium ini terbawa udara dari aktivitas peleburan logam di sekitar lokasi. Jadi sifatnya eksternal, bukan dari sistem pengolahan udang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dr Roni menjelaskan bahwa kadar cesium yang ditemukan juga jauh di bawah ambang batas aman yang ditetapkan FDA. FDA mencatat kadar sekitar 68 Bq/kg, sedangkan batas aman ada di kisaran 1.200 Bq/kg.

BERITA LAINNYA

Dari TPA Sampah ke Bank Pakan: Jawaban Krisis Pakan Ternak

Dari TPA Sampah ke Bank Pakan: Jawaban Krisis Pakan Ternak

25 Agustus 2026
Usut Korupsi Program MBG, Kejagung Periksa Mitra SPPG Hingga Supplier

Usut Korupsi Program MBG, Kejagung Periksa Mitra SPPG Hingga Supplier

25 Agustus 2026
Bukan Cuma Cari Kerja di Jepang, Kemnaker Siapkan Bekal Ini untuk Pekerja Indonesia

Bukan Cuma Cari Kerja di Jepang, Kemnaker Siapkan Bekal Ini untuk Pekerja Indonesia

25 Agustus 2026
Prof Indira Dorong Integrasi Data PPATK, Imigrasi dan Bea Cukai untuk Deteksi Kejahatan Sejak Dini

Prof Indira Dorong Integrasi Data PPATK, Imigrasi dan Bea Cukai untuk Deteksi Kejahatan Sejak Dini

22 Agustus 2026

“Artinya, secara teknis masih jauh dari level berbahaya. Namun karena prinsip kehati-hatian, FDA tetap meminta produk itu ditarik dari pasar,” katanya.

Ia menegaskan bahwa regulasi ekspor produk perikanan Indonesia sangat ketat. Perusahaan wajib memiliki Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) dari KKP, Health Certificate, hingga menerapkan berbagai standar mutu internasional seperti HACCP, BRCGS, maupun ISO.

“Produk perikanan itu sifatnya highly perishable atau mudah rusak dan menyangkut pangan, sehingga pengawasannya ekstra ketat. Tidak semua perusahaan bisa sembarangan ekspor. Semua udang yang dikirim sudah melewati sistem jaminan mutu dan keamanan pangan,” ujarnya.

Namun demikian, karena cesium bukan merupakan bahaya yang umum ditemui dalam produk perikanan, deteksi rutin terhadap zat tersebut memang tidak dilakukan. “Berbeda dengan bakteri atau cemaran kimia umum yang selalu dicek. Cesium ini radioaktif buatan, tidak ada di alam bebas, sehingga tidak masuk dalam critical control point di SOP perusahaan,” terang Dr Roni.

Ia menilai kasus ini harus menjadi momentum untuk memperkuat budaya mutu di sektor perikanan. Edukasi kepada seluruh pemangku kepentingan sangat penting agar keamanan pangan dijadikan prioritas utama.

“Indonesia sebenarnya sudah baik dalam menerapkan sistem keamanan pangan untuk produk perikanan yang diekspor. Namun, kasus ini menunjukkan perlunya investigasi lebih lanjut di luar industri perikanan, misalnya ke area pabrik pengumpulan besi bekas yang diduga menjadi sumber cesium. Hal ini untuk mencegah kasus serupa terulang,” tegasnya.

Lebih jauh, Dr Roni menambahkan bahwa pengawasan dari lembaga berwenang juga harus lebih proaktif, terutama terhadap potensi kontaminasi eksternal yang tidak terdeteksi oleh SOP industri.

“Budaya mutu dan budaya keamanan pangan harus terus digalakkan. Ini penting untuk menjaga kepercayaan global terhadap produk perikanan Indonesia,” pungkasnya.

Editor : Muttaqien

Tags: CesiumEkspor UdangIPB UniversityPengolahan UdangUdang Beku

Related Posts

Dari TPA Sampah ke Bank Pakan: Jawaban Krisis Pakan Ternak
NASIONAL

Dari TPA Sampah ke Bank Pakan: Jawaban Krisis Pakan Ternak

25 Agustus 2026
Usut Korupsi Program MBG, Kejagung Periksa Mitra SPPG Hingga Supplier
NASIONAL

Usut Korupsi Program MBG, Kejagung Periksa Mitra SPPG Hingga Supplier

25 Agustus 2026
Bukan Cuma Cari Kerja di Jepang, Kemnaker Siapkan Bekal Ini untuk Pekerja Indonesia
NASIONAL

Bukan Cuma Cari Kerja di Jepang, Kemnaker Siapkan Bekal Ini untuk Pekerja Indonesia

25 Agustus 2026
Prof Indira Dorong Integrasi Data PPATK, Imigrasi dan Bea Cukai untuk Deteksi Kejahatan Sejak Dini
NASIONAL

Prof Indira Dorong Integrasi Data PPATK, Imigrasi dan Bea Cukai untuk Deteksi Kejahatan Sejak Dini

22 Agustus 2026
Ketika Sirkular Ekonomi, QRIS dan Dana Murah Bertemu Dalam Satu Skema
NASIONAL

Ketika Sirkular Ekonomi, QRIS dan Dana Murah Bertemu Dalam Satu Skema

22 Agustus 2026
Jelang Muktamar NU ke-35, Tambakberas Dipenuhi Ikhtiar Spiritual JATMAN
NASIONAL

Jelang Muktamar NU ke-35, Tambakberas Dipenuhi Ikhtiar Spiritual JATMAN

22 Agustus 2026
Next Post
Kecelakaan Bus

8 Karyawan Meninggal dan 44 Luka-luka Akibat Kecelakaan Bus di Gunung Bromo

Discussion about this post

BERITA POPULER

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

9 April 2021
Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

8 April 2023
STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

30 Mei 2022
KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

16 September 2024
BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

16 Maret 2026

DARI REDAKSI

Perbaikan Jembatan Cikereteg Yang Amblas Mulai Digarap, Pengendara Dihimbau Gunakan Tol Bocimi

Perbaikan Jembatan Cikereteg Yang Amblas Mulai Digarap, Pengendara Dihimbau Gunakan Tol Bocimi

13 Januari 2023
Vaksinasi Di Kota Bogor Terus Berlanjut

Vaksinasi Di Kota Bogor Terus Berlanjut

13 Juli 2021
Presiden Serahkan Bonus Apresiasi Bagi Atlet Olimpiade Tokyo

Presiden Serahkan Bonus Apresiasi Bagi Atlet Olimpiade Tokyo

14 Agustus 2021
pohon jengkol

Warga Rumpin Bogor Temukan Pria Tewas di Atas Pohon Jengkol

21 Januari 2026

Tentang Kami

bogorone.co.id

Selamat Datang di Bogorone.co.id,
Portal Berita yang dikelola oleh PT BOGOR ONE NET MEDIA - SK Kemenkumham RI
No. AHU-0072.AH.01.02.TAHUN 2016

Telah diverifikasi oleh

Dewan Pers

Sertifikat Nomor 1422/DP-Verifikasi/K/X/2025

Info Iklan – Redaksi – Visi dan Misi – Kode Etik Wartawan – Kode Perilaku Perusahaan – Pedoman Media Cyber – Kebijakan Privasi

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In