BogorOne.co.id | London – Formula E mulai memperkuat strategi untuk mempercepat kehadiran pembalap perempuan di kejuaraan utamanya. CEO Formula E Jeff Dodds meyakini ajang balap mobil listrik itu memiliki peluang lebih besar menghadirkan pembalap perempuan di grid utama dibandingkan Formula 1.
Pernyataan tersebut muncul menjelang 50 tahun sejak terakhir kali pembalap perempuan tampil di balapan Formula 1. Pembalap Italia Lella Lombardi menjadi perempuan terakhir yang turun di ajang Formula 1 saat mengikuti Grand Prix Austria pada Agustus 1976.
Menurut Dodds, Formula E memiliki ekosistem yang lebih mendukung pembalap perempuan untuk beradaptasi dengan level kompetisi tertinggi. Ia menilai pendekatan yang diterapkan Formula E berbeda dengan Formula 1 yang saat ini mengandalkan F1 Academy sebagai jalur pembinaan pembalap perempuan.
“Saya yakin Formula E akan kembali memiliki pembalap perempuan yang berkompetisi di level kejuaraan utama sebelum Formula 1,” kata Dodds seperti dikutip Reuters.
Dodds menjelaskan, salah satu keunggulan Formula E adalah program pengujian yang memungkinkan pembalap perempuan mengendarai mobil yang sama dengan yang digunakan para pembalap reguler di kejuaraan dunia. Dengan cara itu, mereka dapat merasakan langsung tuntutan teknis dan fisik yang dihadapi pembalap utama.
Selama dua musim terakhir, Formula E rutin menggelar women’s test yang membuka kesempatan bagi pembalap perempuan menguji mobil Formula E. Pada Oktober 2025, sebanyak 14 pembalap perempuan mengikuti sesi pengujian di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia. Salah satu peserta adalah juara F1 Academy 2024, Abbi Pulling, yang juga menjadi pembalap simulator Nissan.
Selain itu, empat pembalap perempuan turut ambil bagian dalam rookie test Formula E pada Maret 2026.
Dodds menilai model pengembangan tersebut lebih efektif karena pembalap perempuan dapat langsung beradaptasi dengan kendaraan yang digunakan di level tertinggi. Sebaliknya, pembalap F1 Academy masih harus melewati Formula 3 dan Formula 2 sebelum memenuhi syarat memperoleh superlisensi Formula 1.
“Jarak antara mobil F1 Academy dan Formula 1 saat ini sangat besar,” ujar Dodds.
Formula E juga mulai memperluas keterlibatan pembalap perempuan di berbagai tim. Beberapa nama yang saat ini terlibat dalam program tim Formula E antara lain Juju Noda, Sophia Floersch, Bianca Bustamante, dan Abbi Pulling.
Tak hanya itu, penyelenggara Formula E berencana menambah investasi untuk pengembangan pembalap perempuan mulai musim depan. Langkah tersebut akan didukung kehadiran mobil generasi terbaru Gen4 yang mulai digunakan pada musim mendatang.
Dodds menilai mobil Gen4 dapat membuka peluang lebih besar bagi pembalap perempuan karena dilengkapi power steering. Teknologi tersebut membantu mengurangi beban fisik saat mengendalikan mobil balap berperforma tinggi.
Menurut dia, kehadiran power steering dapat membuat persaingan menjadi lebih setara dan memperbesar peluang pembalap perempuan menembus kejuaraan utama Formula E.
“Saya pikir penggunaan power steering akan sangat membantu kami menempatkan pembalap perempuan pada posisi yang lebih setara dalam hal kemampuan untuk menembus kejuaraan utama,” kata Dodds.
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post