BogorOne.co.id | Kota Bogor – Penularan virus covid-19 makin menggila, di Kota Bogor sebanyak 336 tenaga kesehatan (nakes) terpapar virus yang berasal dari Kota Wuhan, China itu. Hal itu berdampak terhadap penanganan bagi pasien Covid-19 yang masuk ke rumah sakit.
Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor dr Sri Nowo Retno mengatakan, bahwa untuk mengisi kekurangan nakes, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor membuka rekrutmen nakes dan relawan.
“(Kondisi nakes) banyak yang terpapar lagi. Saya hitung, hampir di puskesmas, RS, itu jadi kendala. Artinya, nakes juga perlu ditambah, saat ini kita sedang rekrutmen,” kata Kadinkes, Selasa (29/06/21).
Diakui dia, situasi saat ini hampir semua wilayah mengalami hal yang sama, yakni kesulitan mendapatkan nakes.
“Hampir semua wilayah kesullitan nakes sekarang. Masing-masing, sudah saya hitung rencana kebutuhanya,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengungkapkan, 336 nakes yang terpapar berasal dari 21 RS rujukan se-Kota Bogor.
Beberapa di antaranya dirawat karena bergejala sedang-berat. Sementara gejala ringan hingga OTG, diisolasi di rumah masing-masing dengan pengawasan.
“Daya tampung RS di Kota Bogor secara keseluruhan 950 tempat tidur. Tapi kasus aktifnya 3 ribuan, jadi bisa bayangkan bagaimana kondisi saat ini,” jelas Dedie.
Dedie menerangkan, saat ini tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di RS Kota Bogor mencapai 83 persen. Sedangkan untuk kapasitas ICU telah terisi 100 persen.
Hal itu menyebabkan penularan baru terjadi pada mobilitas warga yang kesusahan mendapatkan tempat tidur perawatan di RS.
Dari BOR RS yang hampir penuh itu, 51 persen diantaranya berasal dari pasien covid-19 non warga Kota Bogor. Mereka datang dari DKI Jakarta, Kota Depok, dan Kabupaten Bogor.
“Tingkat kematian warga Kota Bogor yang terpapar covid-19 juga meningkat belakangan ini,” pungkas orang nomor dua di Kota Bogor itu.
Sementara Data harian yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 di Kota Bogor tehitung dari Senin (28/06/21) mencatat terdapat penambahan kasus Covid-19 perhari sebanyak 447 orang.
Jumlah ini tercatat sebagai angka penambahan kasus tertinggi sepanjang pandemi Covid-19 menyerang Kota Bogor. Sehingga secara kumulatif, sebanyak orang 20.015 dinyatakan positif terinfeksi virus corona.
Dari jumlah itu sebanyak 16.341 orang dinyatakan sembuh, 3.391 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 283 lainnya meninggal dunia.
“Penambahan hari ini kasus positif ada di angka 447, Record tertinggi, semua Rumah Sakit (RS) full,” kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, Senin (28/6/2021).
Berdasarkan data rekap Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) hingga Senin (28/6/2021) di rumah sakit rujukan Covid-19 mencapai sekitar 83 persen dari 981 tempat tidur yang tersedia di 21 rumah sakit rujukan di Kota Bogor.
“Angka tersebut jauh dari ambang batas yang ditetapkan oleh WHO yakni sebesar 60 persen. Keterisian tempat tidur di angka 83 persen,” tandasnya. (Fry)























Discussion about this post