BogorOne.co.id | Bandung – Gunung Kamojang atau yang lebih dikenal dengan sebutan kawah Kamojang merupakan sumber panas bumi yang terletak di perbatasan Garut dan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Indonesia.
Dalam sejarahnya, dikenal sebagai gunung berapi yang bernama Gunung Guntur, tetapi kawah ini dikelompokkan dalam gunung berapi aktif karena aktivitas panas bumi.
Kawah ini dikelola oleh PLTU Kamojang, Pertamina dan Indonesia Power sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dan ini menjadi kawah pertama yang energy buminya dimanfaatkan.
Daerah ini juga merupakan Cagar Alam dan Taman Wisata yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri, telah diresmikan Presiden Soeharto di tahun 1983.
Menurut penjaga kawah, uap yang dihasilkan oleh kawah ini bisa membuat kulit menjadi sehat dan tak hanya itu, bau dari uap yang dihasilkan juga baik untuk pernafasan dan peredaran darah.
Beberapa pengunjung memang sengaja datang untuk merasakan sauna alami atau juga untuk menenangkan pikiran.
Memiliki luas lahan sekitar 10 ha membuat hingga bisa bebas melakukan banyak hal dan di kawah ini terdapat sekitar 23 kawah dengan 2 diantaranya berbentuk layaknya danau yang memiliki uap.
Kawah ini memiliki lorong yang berisi saluran uap yang jika dilihat dari atas akan terlihat seperti uap kereta api bawah tanah.
Sebelum memasuki kawasan kawah Kamojang ada Kamojang Hill Bridge atau biasa disebut jembatan kuning dan bisa menikmati segarnya udara ketinggian dan nongkrong di jalan aspal yang sepi kendaraan.
Begitu kaki melangkah memasuki area gunung Kamojang yang begitu sejuk dan asri, kawah-kawah yang beruap akan menyambut.
Saat pertama kali memasuki kawasan Kawah Kamojang, akan bertemu dengan Kawah Berecek yang mirip lumpur, namun beruap.
Kemudian ada Kawah Manuk yang mirip seperti Berecek, namun Kawah Manuk ini mengepulkan uap putihnya lebih banyak.
Berjalan lebih ke dalam ada Kawah Kereta Api. Sesuai namanya maka uap dari kawah ini mirip seperti asap yang keluar dari kereta api dengan bunyi yang terdengar nyaring seperti kereta.
Kawah terakhir ada Kawah Hujan. Kawah ini dipercayai dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Banyak orang yang mandi di pancuran kecil atau memanfaatkan air yang menyembur seperti hujan.
Airnya tidak hanya terasa hangat menyentuh kulit tapi juga membuat segar tapi juga menenangkan, ini dikarenakan kawasannya juga yang begitu tenang.
Di balik kemolekannya yang menarik adalah cerita legenda yang beredar di masyarakat tentang asal usul kawah ini.
Di mana kawah ini diberi nama dari cerita seorang mojang atau gadis yang menghilang karena menolak dinikahkan dengan lelaki tua.
Legenda yang beredar luas di masyarakat itu menjadikan satu keunikan tersendiri untuk destinasi wisata ini. (Ir-v)























Discussion about this post