BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Lonjakan pasien covid-19 di Kabupaten Bogor makin tak terbendung, bahkan puluhan Tenaga Kesehatan (Nakes) yang ada di empat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan 101 Puskesmas ikut terpapar virus yang berasal dari Kota Wuhan China itu.
Bupati Bogor Ade Yasin mengaku, sesikitnya ada 90 tenaga medis yang terpapar covid-19. Sehingga dengan adanya lonjakan kasus covid tersebut ia meminta agar setiap nakes lebih waspada.
Terlebih kata orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman itu, pasien yang datang untuk dirawat di RS yang berada di Cibinong bukan hanya dari Bogor tetapi dari luar Bogor seperti Depok dan DKI Jakarta juga ada.
Diakuinya, kebanyakan pasien yang dirawat di Kabupaten Bogor banyak dari daerah lain, karena tidak bisa nolak, jika ada pasien dari luar misalnya Jakarta.
“Karena ketika pasien pertama datang itu harus ditolong bukan lihat KTP, jadinya kita nggak pilih-pilih pasien karena di Jakarta pun penuh situasinya,” kata Ade Yasin, Kamis (24/06/21).
Ketua DPW Jabar itu juga mengaku akan menambah Tenaga Kesehatan (Nakes) dengan merekrut relawan untuk pusat penangan isolasi dan rumah sakit. Apalagi jika melihat jumlah pasien yang terjadi membuat Nakes cukup kewalahan.
Selain 90 nakes, sebelumnya Ade Yasin juga mengungkapkan ada 91 PNS yang terpapar covid-19. Sehingga memaksa dirinya untuk menutup sejumlah dinas-dinas yang menjadi klaster baru.
“Ada klaster-klaster baru disejumlah kantor dinas. Seperti Bappeda, DPMPTSP, DPKPP dan beberapa dinas lainnya. Sehingga terpaksa harus ditutup dinas sembari melakukan tracing kepada para PNS yang terpapar covid-19,” paparnya.
Ia juga menambahkan akan menerapakan kembali Work From Home (WFH) disetiap dinas. Sehingga dengan begitu akan memutus mata rantai penularan covid-19 disetiap dinas.
Sebelumnya, Direktur Utama RSUD Cibinong Wahyu Eko Widiharso mengatakan, tingkat bed occupancy rate (BOR) Ruang ICU pasien Covid-19 di RSUD Cibinong dari 24 bed atau tempat tidur sudah penuh terisi .
Untuk jumlah atau tingkat BOR perawatan pasien Covid-19 yang dimiliki RSUD Cibinong, dari 242 tempat tidur yang tersisa hanya di angka 22 tempat tidur saja.
“Jumlah ini berada diatas dari angka standar world health organization (WHO) yaitu di angka 60 persen,” kata Wahyu.
Diakui dia, sekarang jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di ruang perawatan ada 220 pasen, sedangkan jumlah tempat tidurnya hanya 242 tempat tidur.
“Peningkatan keterisian ini juga karena adanya pasien dari luar Kabupaten Bogor” pungkasnya. (Donn)





























Discussion about this post