BogorOne.co.id | Jakarta – Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mewacanakan kewajiban bagi kader yang ingin menjadi menteri untuk maju sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu 2029.
Dalam pidatonya, Bahlil menyinggung fluktuasi perolehan kursi Golkar di DPR sejak era reformasi. Ia mengatakan jumlah kursi partai sempat meningkat sebelum kembali menurun dalam beberapa pemilu terakhir.
“Target kita tambah kursi. Sekarang 102 kursi. Setelah Bang Akbar itu kan dua kali pemilu. Pemilu 1999 ketika Partai Golkar mau dibubarkan, dia masih nomor dua. 2004 kita langsung nomor satu. Itu dengan paradigma baru Partai Golkar. Setelah itu, turun terus. Ini baru naik lagi,” kata Bahlil dikutip dari beritasatu.com, Sabtu 14 Februari 2026.
Ia menargetkan perolehan kursi Golkar pada Pemilu 2029 meningkat. Untuk mencapai target tersebut, Bahlil menyatakan akan mewajibkan kader Golkar yang duduk di kabinet untuk ikut berkontestasi sebagai calon legislatif, sepanjang aturan memungkinkan.
Bahlil mencontohkan dirinya akan maju sebagai calon legislatif dari daerah pemilihan Papua. Menurut dia, langkah itu merupakan bagian dari upaya memperkuat perolehan suara partai di parlemen.
“Besok saya akan wajibkan, semua kader Partai Golkar yang ada di kabinet, kalau aturan memungkinkan dan Insyaallah memungkinkan, itu kita semua turun ikut caleg. Membesarkan partai ini. Harus kerja dong,” ujarnya.
Ia menegaskan tidak ada pembagian jatah jabatan tanpa kontribusi elektoral. “Caleg enggak, menteri mau. Gimana coba? Enggak bisa. Enggak ada jatah-jatahan,” kata Bahlil.
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post