BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Guru Besar Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB), Ali Khomsan, menilai kasus keracunan massal dalam program makan bergizi gratis (MBG) di sejumlah wilayah tidak bisa dianggap sepele.
Menurut Ali, ada tiga faktor utama yang kerap menjadi penyebab keracunan makanan massal. Pertama, makanan yang tidak diproses secara matang. Kedua, kualitas air yang digunakan dalam pengolahan makanan. Ketiga, makanan basi yang disajikan kepada penerima manfaat.
“Kalau tidak ada evaluasi, kita tidak akan tahu mana penyebab utama dari tiga faktor tersebut,” kata Ali dikutip dari beritasatu.com, Kamis (25/9/2025).
Ia mendukung langkah pemerintah menghentikan sementara dapur MBG di wilayah yang bermasalah. Langkah itu dinilai penting tidak hanya untuk keamanan pangan, tetapi juga untuk mencegah trauma psikologis pada anak-anak.
“Sebagian korban keracunan MBG akan mengalami trauma. Jika trauma berlangsung lama, bisa terjadi penolakan terhadap makanan MBG,” ujarnya.
Ali menekankan trauma publik bisa menimbulkan kerugian besar. Menurutnya, program MBG berpotensi tidak efektif jika anak-anak enggan mengonsumsi makanan yang disediakan.
Karena itu, ia menilai evaluasi dan perbaikan mendesak dilakukan agar program MBG kembali diterima masyarakat sebagai upaya meningkatkan gizi anak-anak Indonesia.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post