23.6 C
Bogor
Minggu, 28 November 2021

Ribuan Orang Kembali Kepung Balai Kota, Tuntut GLOW KRB Ditutup

Must read

Selain Maju di Pilgub Jabar, Hanura Dukung Ridwan Kamil Maju Pilpres 2024

BogorOne.co.id | Bandung - Hanura Jawa Barat siap mendukung Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk maju kembali menjadi Gubernur Jawa Barat atau berkompetisi di...

Tiang Listrik di Punncak Meledak, Warga Panik

BogorOne.co.id | Cisarua - Suara ledakan mengagetkan warga Kampung Cijulang, RT 03/05, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor Suara ledakan itu berasal dari sebuah...

Pungli Duit BPNT, Kades Sukaharja Diciduk Tim Sauber Pungli Polda Jabar

BogorOne.co.id | Ciomas - Seorang oknum Kepala Desa (Kades) Sukaharja, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor diamankan Tim Tindak II Saber Pungli Jabar. Penangkapan terhadap RAH (55...

DPS Pertanyakan Peran Pemerintah Dalam Program RTLH di Pasir Jaya

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Masih banyaknya program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang belum terealisasi di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat membuat...

BogorOne.co.id | Kota Bogor – Ribuan orang yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Sunda Menggugat kembali kepung Balai Kota Bogor, Kamis (28/10/21). Dalam aksinya mereka menuntut penutupan wisata malam Glow Kebun Raya Bogor (KRB).

Dalam orasinya, Ketua Pemuda Sunda Menggugat Putra Sungkawa mendesak
pembatalan perjanjian kontrak kerja PT.MNR dan BRIN karena
tidak sesuai dengan Pepres No. 38 Tahun 2015. ” Kami tetap komitmen menolak GLOW di Kebun Raya Bogor,” katanya.

Demonstran menunggu sikap tegas Wali Kota Bogor Bogor Bima Arya untuk menolak operasinya program Glow di KRB. Karena menurutnya pertunjukan cahaya dengan musik mengganggu ekosistem dan binatang di KRB.

Dijelaskannya, bahwa ekosistem, binatang dan tanaman di Kebun Raya Bogor yang selama ini dijaga akan berangsur angsur mengalami pengrusakan.

“Sewaktu kita kecil, setiap sore menjelang magrib warga masih bisa menyaksikan ribuan kelelawar di Kebun Raya Bogor. Sekarang Pemandangan itu sudah tidak ada lagi,” jelasnya.

Dia menegaskan, Kebun Raya jangan dikapitalisasi untuk mendulang uang, karena KRB sebagai tempat edukasi publik yang memiliki nilai sejarah.

“Harus diingat Kebun Raya ditujukan untuk menjaga kelestarian lingkungan sebagai tempat memelihara benih-benih tanaman langka. Selain itu juga merupakan tempat pendidikan dan koleksi tumbuhan bagi
pengembangan. Dan yang terpenting KRB juga sebagai paru paru dunia,” tambahnya.

Untuk itu kata dia, Walikota Bogor tidak boleh membiarkan itu terjadi. Dia juga meminta Wali Kota Bogor agar tetap menjaga kepercayaan masyarakat, dengan membatalkan Kontrak Kerja PT. MNR dan BRIN agar segera menutup Glow. (Fry)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article

Selain Maju di Pilgub Jabar, Hanura Dukung Ridwan Kamil Maju Pilpres 2024

BogorOne.co.id | Bandung - Hanura Jawa Barat siap mendukung Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk maju kembali menjadi Gubernur Jawa Barat atau berkompetisi di...

Tiang Listrik di Punncak Meledak, Warga Panik

BogorOne.co.id | Cisarua - Suara ledakan mengagetkan warga Kampung Cijulang, RT 03/05, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor Suara ledakan itu berasal dari sebuah...

Pungli Duit BPNT, Kades Sukaharja Diciduk Tim Sauber Pungli Polda Jabar

BogorOne.co.id | Ciomas - Seorang oknum Kepala Desa (Kades) Sukaharja, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor diamankan Tim Tindak II Saber Pungli Jabar. Penangkapan terhadap RAH (55...

DPS Pertanyakan Peran Pemerintah Dalam Program RTLH di Pasir Jaya

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Masih banyaknya program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang belum terealisasi di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat membuat...

Data Kependudukan Memerlukan Kebaharuan

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Kesadaran warga untuk mengurus akte kelahiran, saat ini sudah cukup bagus. Penilaian itu muncul jika diukur dari persentase jumlah...