BogorOne.co.id | Cisarua — Harga bahan plastik di Pasar Cisarua, Kabupaten Bogor, mengalami lonjakan signifikan hingga mencapai 100 persen pada April 2026. Kenaikan ini dipicu oleh gangguan pasokan bahan baku serta gejolak geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah.
Pemilik Toko Agus Plastik, Agus Rustandi, mengungkapkan bahwa kenaikan harga terjadi secara bertahap namun berlangsung cepat dalam waktu singkat.
“Kalau bicara angka, harga plastik itu naik per jam. Dari Rp7.000 ke Rp8.000, terus sekarang sampai Rp10.000. Total kenaikannya bisa sampai 100 persen, dan ini sudah terjadi sebelum Ramadhan 2026,” ujar Agus, Rabu 8 Maret 2026.
Menurutnya, lonjakan harga tersebut sangat berdampak pada pelaku usaha kecil, terutama pelaku UMKM dan pedagang kaki lima yang bergantung pada bahan plastik untuk operasional sehari-hari.
“Yang paling kasihan itu pedagang kecil. Harga bahan naik, tapi mereka tidak bisa langsung menaikkan harga jual. Akhirnya keuntungan menurun, bahkan ada yang terpaksa mengurangi belanja bahan dari Rp20.000 menjadi Rp10.000 karena daya beli juga turun,” jelasnya.
Agus menambahkan, kelangkaan barang mulai terasa di pasaran. Hampir seluruh produk berbahan dasar plastik mengalami kenaikan, terutama yang berasal dari turunan minyak bumi.
“Semua item naik, karena bahan bakunya dari biji plastik yang ikut terdampak harga minyak. Biasanya harga normal Rp7.000 per kilogram, sekarang bisa tembus Rp10.000 sampai Rp12.000. Itu saja kami sudah sangat berat,” katanya.
Ia berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah strategis, seperti mencari alternatif pemasok dari negara lain agar harga kembali stabil.
“Harapannya pemerintah bisa cari supplier lain. Karena kalau nunggu dari yang sekarang, turunnya lama. Naiknya cepat, tapi turunnya pelan sekali,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Unit Pasar Perumda Tohaga Cisarua, Aria Maulana, membenarkan adanya kenaikan harga plastik yang cukup signifikan di Pasar Cisarua.
“Kenaikan harga plastik ini memang terjadi dan cukup terasa di pasar. Penyebab utamanya adalah gejolak geopolitik global, terutama konflik di Timur Tengah yang memengaruhi pasokan bahan baku,” ujarnya.
Dengan kondisi ini, para pelaku usaha berharap adanya intervensi pemerintah agar stabilitas harga dapat segera tercapai dan aktivitas ekonomi masyarakat kembali normal.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : Muttaqien























Discussion about this post