BogorOne.co.id | Kota Bogor – Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bogor menyusun program kerja yang akan dilaksanakan setahun mendatang, kegiatan digelar sekolah SMK Wikrama Kota Bogor, Kamis 15 Maret 2023.
Ketua BMPS Ade Sarip mengatakan, pertemuan kali ini, sekaligus belajar bagaimana mengelola pendidikan yang baik. Jadi ada dua hal ingin diperoleh. Tidak ada kegiatan apapun pertemuan yang tidak terwarnai pembelajaran.
Hari ini, belajar bagaimana mengelola belajar yang baik dari awal sampai akhir dan menjadi lembaga ibu kandung kehidupan.
“Jadi masyarakat pun bisa mengenal IT, bersikap perilaku, bagaimana cara komunikasi, pemasaran dan urusan urusan menghitung,” ujarnya.
Kata dia, sekolah Wikrama itu, mampu mengolah sebuah pendidikan yang berkeadilan. Ada sebagian masyarakat, lebih 40 persen tidak harus bayar, tapi tersubsidi oleh kelompok masyarakat yang mampu.
“Ini pembelajaran juga bagi semua yayasan, pendidikan punya hak semua masyarakat. Jadi terkendala oleh urusan urusan administrasi. Oleh karena itu barangkali subsidi silang, rasa adil, saling membantu ini dilakukan di sekolah,”ucapnya.
Kemudian kedua, topik yang diskusikan kaitan dengan program kerja BMPS kedepan, agar organisasi ini betul betul merasa di rumahnya untuk anggota.
Sekolah sekolah swasta merasa punya rumah tempat diskusi, yang mampu mengadvokasi, yang mampu juga memidiasi antar mereka mungkin dengan pihak sekolah atau pemerintah ini lewat BMPS.
“Kan, tidak jarang juga, sekolah dengan sekolah bisa tidak nyaman, karena urusan siswa urusan guru. Lewat BMPS lah kita coba,” sambung Ade.
Di tahun 2024 akan diusulkan dan berharap pemerintah Kota Bogor, setelah mengenal jauh tentang keberadaan BMPS, yang banyak membantu pemerintah dalam rangka memberikan hak pendidikan terhadap masyarakat.
Sementara, Kepala sekolah SMK Wikrama Iin Mulyani, mengucapkan terima kasih kepada BMPS yang sudah mempercayainya sekolah Wikrama sebagai lokasi kegiatan BMPS, dalam rangka penyusunan program kerja kedepan.
Menurut dia, bagaimana pun BMPS itu, adalah organisasi para pengurus yayasan adalah rumah tempat naungan bagi sekolah swasta, sehingga ketika pemilik rumahnya memiliki visi, misi, kemudian program kerja dapat meningkatkan sekolah di Kota Bogor.
“Saya kira membawa peningkatkan akselerasisekokah swasta di Kota Bogor,” jelasnya.
Menurut dia, peran sekolah itu, tidak bisa dikesampingkan karena jumlah penduduk Kota Bogor saja kita hitung, mungkin tidak bisa tertampung di sekolah yang di selenggarakan di pemerintah.
“Nah, sekolah swasta masih diperlukan oleh masyarakat. Hanya, sekolah swasta dalam pengelolaan inilah yang harus sama sama di pikirkan oleh para pengurus yayasan,” ungkapnya. (Yud)
























Discussion about this post