BogorOne.co.id | Kota Bogor – Transportasi massal Biskita Transpakuan hingga kini masih belum beroperasi kembali. Padahal, Wali Kota Bima Arya sempat menyebut bahwa bus hasil skema Buy The Service (BTS) tersebut akan kembali mengaspal paling lambat Senin (17/01/22).
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Eko Prabowo mengaku, Biskita tak kunjung beroperasi lantaran Pemkot Bogor masih menunggu evaluasi terhadap program BTS oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
“Masih nunggu hasil evaluasi administrasi. Sebab, akan menggunakan e-katalog. Berdasarkan informasi terakhir tinggal sedikit lagi selesai evaluasinya. Insyaallah pekan ini dapat beroperasi lagi,” ucapnya, Senin (17/01/22).
Eko menegaskan, sebenarnya Pemkot Bogor ingin secepat mungkin mengoperasikan kembali Biskita dengan mengajukan dana talangan. Namun, hal itu ditolak Kemenhub sebab tidak ada regulasi yang mengatur mengenai penggunaan dana talangan.
“Nggak di-ACC karena nggak ada aturan ke arah sana (dana talangan),” ujar mantan Kepala Inspektorat Kota Bogor itu.
Disinggung soal karyawan Biskita akan tetap mendapat gaji full pada Januari 2022, Eko menyatakan, bila hal itu merupakan kewenangan KSO Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT).
“Tergantung kebijakan KSO, antara PDJT, Lorena dan Kodjari. BOK-nya seperti apa?,” katanya.
Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya usai bertemu dengan Plt Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Budi Setiadi di sela rapat koordinasi di Vimala Hills, Kabupaten Bogor, Jumat (14/01/22).
“Sedang dilakukan percepatan, akselerasi penyesuaian proses e-catalog. Saya tadi komunikasi dengan Plt Kepala BPTJ, dan Insya Allah kembali mengaspal paling lambat hari Senin (17/01/22),” ungkapnya.
Dengan kembali mengaspalnya dalam waktu dekat ini, berarti lebih cepat dari estimasi sebelumnya. Jeda operasional ini juga akan dimanfaatkan Pemkot Bogor dan Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Kota Bogor untuk melakukan persiapan, baik armada maupun shelter.
“Sekarang kita cek-cek lagi kesiapan armada, 1-2 hari ini. Untuk hari Senin siap kembali melayani warga Bogor,” katanya.
Bima menambahkan, warga bisa menikmati layanan Biskita Trans Pakuan masih secara gratis.
“Masih belum berbayar. Nanti tahapan tahapan untuk berbayarnya terus kami komunikasikan dengan BPTJ dan dewan,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Kemenhub mengumumkan adanya jeda operasional pada layanan Biskita Trans Pakuan per 1 Januari 2022.
Penghentian sementara operasional ini tidak hanya terjadi di Kota Bogor, tapi juga di lebih dari 30 daerah yang mengoperasikan layanan sejenis dari Kemenhub.
Alasannya, lantaran adanya penyesuaian mekanisme pengadaan barang/jasa dari pelelangan umum menjadi pengadaan melalui e-catalog.
Selain itu, BPTJ mengaku sedang mengusulkan kontrak tahun jamak kepada Kementerian Keuangan untuk memberikan iklim investasi yang lebih menarik bagi operator sekaligus memberikan jaminan layanan jangka panjang. (Fik)

























Discussion about this post