BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Kemarau panjang di Kabupaten Bogor membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersiap menghadapi ancaman longsor ketika musim hujan kembali datang.
Kondisi tanah yang mengering akibat kekeringan dinilai dapat meningkatkan risiko pergerakan tanah apabila kemudian diguyur hujan berintensitas tinggi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor Ade Hasrat mengatakan pihaknya telah meminta Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Kecamatan Tangguh Bencana memperkuat kesiapsiagaan menghadapi perubahan musim.
“Sekarang menurut BMKG justru puncaknya di Oktober, sehingga pada bulan November memang itu harus lebih siap siaga,” kata Ade, Kamis, 3 September 2026.
Menurut dia, perubahan prediksi waktu puncak kekeringan menjadi perhatian BPBD. Sebelumnya, kekeringan diperkirakan mencapai puncak pada September dan mulai menurun pada Oktober.
Namun, berdasarkan prediksi terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak kekeringan diperkirakan baru terjadi pada Oktober 2026.
Ade mengatakan kondisi tersebut membuat masa peralihan menuju musim hujan perlu diantisipasi lebih serius. Wilayah yang mengalami kekeringan cukup panjang dinilai memiliki risiko lebih tinggi ketika hujan deras kembali mengguyur.
Perubahan kondisi tanah secara cepat akibat peralihan dari kering ke basah, kata dia, dapat memicu pergerakan tanah hingga longsor.
BPBD Kabupaten Bogor telah memetakan sejumlah wilayah yang memiliki riwayat kejadian serupa. Kecamatan Babakan Madang, Sukamakmur, dan Ciomas menjadi beberapa wilayah yang mendapat perhatian.
“Kita sebenarnya sudah punya data, kita sudah punya data mana saja yang memang akan berulang. Kita sudah punya data dan itu kita waspadai,” ujar Ade.
BPBD meminta unsur kebencanaan di tingkat desa dan kecamatan meningkatkan kesiapsiagaan, terutama menjelang November. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi bencana di wilayah yang memiliki rekam jejak pergerakan tanah dan longsor.
Dengan prediksi puncak kekeringan yang bergeser hingga Oktober, kewaspadaan terhadap ancaman longsor
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post