• INFO IKLAN
  • Redaksi
  • VISI dan MISI
  • Kode Etik Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Kamis, September 3, 2026
bogorone.co.id
  • Login
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
bogorone.co.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
Bogor One
No Result
View All Result
Home BOGOR RAYA

Kekeringan di Kabupaten Bogor, 701 Hektare Sawah Jonggol Belum Bisa Ditanami

Redaksi by Redaksi
3 September 2026
in BOGOR RAYA
0
kekeringan

Ilustrasi kekeringan/freepik.com

32
SHARES
32
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Kekeringan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mulai mengganggu aktivitas pertanian. Sebanyak 701,30 hektare sawah tadah hujan di Kecamatan Jonggol belum dapat ditanami karena minimnya curah hujan.

Sejumlah lahan pertanian bahkan mengering dan mengalami keretakan dengan lebar sekitar 2 hingga 7 sentimeter. Kondisi tersebut membuat petani kesulitan kembali mengolah sawah setelah musim panen.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor Entis Sutisna mengatakan, kondisi sawah yang mengering belum dapat langsung dikategorikan sebagai gagal panen.

Menurut dia, pemerintah perlu membedakan lahan yang benar-benar terdampak kekeringan dengan sawah tadah hujan yang memang belum ditanami karena tidak memiliki pasokan air.

BERITA LAINNYA

pelecehan

Pria Paruh Baya Jadi Tersangka Pelecehan Anak di Cibinong

3 September 2026
Kemarau panjang

Kemarau Panjang, BPBD Ingatkan Ancaman Longsor Saat Musim Hujan

3 September 2026
Ratusan Sopir Angkot Unjuk Rasa di Balai Kota, Layangkan 7 Tuntutan ke Dedie Rachim

Ratusan Sopir Angkot Unjuk Rasa di Balai Kota, Layangkan 7 Tuntutan ke Dedie Rachim

3 September 2026
kemarau

Kemarau Bikin Debit Sungai Cimegamendung Susut 80 Persen

2 September 2026

“Kita melakukan pendataan dan pemantauan secara langsung untuk memastikan mana lahan yang memang terdampak kekeringan dan mana yang merupakan sawah tadah hujan yang memang belum ditanami karena keterbatasan air,” kata Entis, Kamis, 3 September 2026.

Entis mengatakan, berdasarkan laporan tanam, mayoritas petani di Jonggol mulai menanam padi sekitar Maret dan memasuki masa panen pada Juni.

Setelah panen, sebagian sawah tadah hujan tidak kembali ditanami. Penyebabnya, ketersediaan air tidak mencukupi untuk memulai musim tanam berikutnya.

Sawah tadah hujan sangat bergantung pada curah hujan. Ketika hujan tidak turun dalam waktu lama, petani kesulitan memperoleh sumber air alternatif untuk mengolah lahan.

Penggunaan pompa juga belum menjadi solusi bagi seluruh petani. Tidak semua sawah memiliki sumber air yang dapat dipompa untuk memenuhi kebutuhan tanaman.

Puluhan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Selain 701,30 hektare sawah tadah hujan yang belum dapat ditanami, Distanhorbun Kabupaten Bogor mencatat sekitar 40,30 hektare sawah beririgasi mengalami kekeringan.

Kekeringan tersebut dipicu berkurangnya debit air serta kerusakan jaringan irigasi.

Pada periode 7-15 Juli 2026, sekitar 39,3 hektare lahan sawah tercatat terancam mengalami gagal panen. Pemantauan lanjutan pada Agustus 2026 menunjukkan sekitar 38,1 hektare sawah mengalami kekeringan berat hingga puso.

Pemkab Bogor kini melakukan pemantauan dan pendataan untuk menentukan langkah penanganan berdasarkan kondisi masing-masing lahan.

“Lahan yang masih memungkinkan untuk mendapatkan pasokan air akan kita dorong penguatan sarana pengairannya,” ujar Entis.

Sementara itu, lahan yang tidak memiliki sumber air akan mendapat pendampingan agar petani dapat menyesuaikan pola tanam dan menekan risiko kerugian akibat kekeringan.

Petani Diminta Sesuaikan Waktu Tanam

Entis mengatakan pengaturan pola dan waktu tanam menjadi salah satu strategi untuk mengantisipasi kekeringan, terutama pada sawah tadah hujan.

Petani didorong menyesuaikan waktu tanam dengan kondisi musim dan ketersediaan air. Dengan begitu, tanaman tidak memasuki fase pertumbuhan yang membutuhkan banyak air ketika pasokan mulai berkurang.

“Untuk sawah tadah hujan, kuncinya adalah pengaturan waktu tanam. Kita dorong petani menyesuaikan pola tanam dengan musim dan ketersediaan air,” kata Entis.

Pemkab Bogor juga terus berkoordinasi untuk memberikan dukungan kepada petani yang benar-benar terdampak kekeringan. Hasil pemantauan di lapangan akan menjadi dasar dalam menentukan bentuk penanganan.

“Yang paling penting, petani tidak kita biarkan menghadapi kondisi ini sendiri. Kita terus melakukan pendataan, pemantauan, koordinasi, dan mencari langkah penanganan yang paling memungkinkan sesuai kondisi di lapangan,” kata Entis

Reporter       : Yudi Surahman

Editor             : R. Muttaqien

Related Posts

pelecehan
BOGOR RAYA

Pria Paruh Baya Jadi Tersangka Pelecehan Anak di Cibinong

3 September 2026
Kemarau panjang
BOGOR RAYA

Kemarau Panjang, BPBD Ingatkan Ancaman Longsor Saat Musim Hujan

3 September 2026
Ratusan Sopir Angkot Unjuk Rasa di Balai Kota, Layangkan 7 Tuntutan ke Dedie Rachim
BOGOR RAYA

Ratusan Sopir Angkot Unjuk Rasa di Balai Kota, Layangkan 7 Tuntutan ke Dedie Rachim

3 September 2026
kemarau
BOGOR RAYA

Kemarau Bikin Debit Sungai Cimegamendung Susut 80 Persen

2 September 2026
Leuweung Batutulis
BOGOR RAYA

Dedie Minta Leuweung Batutulis Dikembalikan Jadi Hutan Kota

2 September 2026
taman safari
BOGOR RAYA

Jalan Alternatif Pasir Muncang-Taman Safari Dibangun September

2 September 2026
Next Post
Kemarau panjang

Kemarau Panjang, BPBD Ingatkan Ancaman Longsor Saat Musim Hujan

Discussion about this post

BERITA POPULER

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

9 April 2021
Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

8 April 2023
STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

30 Mei 2022
KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

16 September 2024
BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

16 Maret 2026

DARI REDAKSI

SILOKA

Lewat SILOKA, Pemkab Bogor Permudah Warga Urus Dokumen Tanpa Antre

27 Oktober 2025
KSP-SB Ajak Anggota Bersatu Sukseskan RAT Untuk Kebangkitan Koperasi

PH KSP-SB Ajukan Banding, PSBB Minta IS dan DZ Dibebaskan

25 Juli 2023
Pasar Jambu Dua

Pemkot Bogor Dorong Pasar Jambu Dua Raih Predikat Pasar Sehat Nasional

16 September 2025
Komunitas Juru Lamadjang Rilis Tokoh Berpengaruh Lumajang, Arsal Sahban Masuk Meski Bukan Warga Asli

Komunitas Juru Lamadjang Rilis Tokoh Berpengaruh Lumajang, Arsal Sahban Masuk Meski Bukan Warga Asli

28 Juni 2026

Tentang Kami

bogorone.co.id

Selamat Datang di Bogorone.co.id,
Portal Berita yang dikelola oleh PT BOGOR ONE NET MEDIA - SK Kemenkumham RI
No. AHU-0072.AH.01.02.TAHUN 2016

Telah diverifikasi oleh

Dewan Pers

Sertifikat Nomor 1422/DP-Verifikasi/K/X/2025

Info Iklan – Redaksi – Visi dan Misi – Kode Etik Wartawan – Kode Perilaku Perusahaan – Pedoman Media Cyber – Kebijakan Privasi

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In