BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Menyikapi wacana akan menerima hibah bus dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melakukan kajian secara komprehensif dari mulai rute hingga biaya operasional.
Permintaan Ketua DPRD itu bukan tanpa alasan, tetapi kata dia, banyak daerah yang telah menerima bantuan serupa namun tidak terkelola dengan baik.
“Pemkab Bogor perlu kaji apakah rutenya bersinggungan dengan trayek angkutan umum, lalu biaya operasionalnya seperti apa hingga soal tarif,” kata Sastra, Sabtu 18 Januari 2025.
Selain itu, Sastra juga menekankan perihal kesiapan sumber daya manusia yang akan mengelola bus tersebut, sehingga mampu terkelola secara maksimal dan manfaatnya dirasakan masyarakat.
“Jangan sampai niat baik pemerintah pusat yang memberikan hibah tidak dapat dikelola dengan baik. Kalau begitu sayang uangnya, mendingan kita bikin rumah layak huni,” jelas Politisi Gerindra itu.
Seperti diketahui, bahwa program Kemenhub ini rencananya akan direalisasikan pada Februari mendatang, sebagai solusi untuk mengatasi kemacetan dan menekan angka kecelakaan lalu lintas di kawasan wisata Puncak.
“Saya yakin tujuan hibah ini baik yaitu melayani masyarakat supaya mudah pergi ke tempat wisata,” ungkapnya.
Dijelaskannya, jika program tersebut sudah matang, nantinya bus tersebut akan dioperasikan di rute Cibinong – Puncak sehingga wisatawan tidak perlu lagi membawa kendaraan pribadi.
“Ini akan membuat kunjungan wisata ke Puncak meningkat karena biaya transportasinya murah dan tidak macet,” tutur orang nomor satu di Parlemen Bumi Tegar Beriman itu .
Sebelumnya, Kemenhub melalui Wakil Menteri Perhubungan Suntana mengatakan berencana penyediaan 15 hingga 20 unit bus untuk relasi Cibinong–Puncak Bogor.
Program tersebut dijadwalkan berjalan paling lambat Februari 2025 dan bertujuan mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Puncak, terutama kendaraan roda dua.
“Ada 15-20 bus yang akan disubsidi pemerintah. Masyarakat bisa memarkir motor di Karadenan atau lokasi lain, lalu naik bus dengan biaya murah,” ujar Suntana Desember 2024 lalu.
Ia menambahkan bahwa penyediaan bus ini diharapkan dapat mengurangi angka kecelakaan lalu lintas dan kemacetan di Puncak Bogor. “Kami ingin kendaraan yang menuju Puncak berkurang sehingga kawasan ini lebih aman dan lancar,” tandasnya. (Rdt)
























Discussion about this post