BogorOne.co.id | Kota Bogor – Kota Bogor memiliki banyak benda sejarah yang merupakan peninggalan jaman kerajaan terdahulu, salah satunya Situs Batu Tulis. Dalam Kongres ke V Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Situs Batu Tulis akan menjadi bagian yang akan dipamerkan.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Atep Budiman.
Menurut Kadisparbud situs Batu Tulis yang berlokasi Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor itu merupakan benda sejarah yang dilindungi dan sudah memiliki kekuatan hukum, sebab tercatat sebagai cagar budaya.
Dijelaskannya, bahwa situs cagar budaya Batutulis akan dipamerkan dalam perhelatan Kongres ke-V Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Kota Bogor awal Desember 2021.
“Situs cagar budaya Batutulis dipilih untuk dikunjungi, karena dinilai memiliki nilai sejarah yang tinggi,” kata Atep kemarin.
Menurut dia, dipilihnya situs cagar budaya Batutulis untuk dipamerkan saat Kongres JKPI nanti, karena berdasarkan hasil kajian dari akademisi Universitas Padjajaran.
“Ya, berdasarkan hasil kajian tahun lalu oleh akademisi dari Unpad, di situ punya nilai sejarah tinggi sebagai ibu kota Padjajaran. Nah itu kita akan tunjukkan, akan coba kita angkat cerita itu,” ungkapnya.
Atep menjelaskan, infrastruktur di kawasan Batutulis saat ini belum ditata secara maksimal karena terkendala beberapa hal. Tetapi sejauh ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan penataan di area parkir agar pengunjung nyaman mendatangi situs tersebut.
Masih kata Atep, ke depan situs cagar budaya Batutulis akan ditata agar memiliki nuansa Kerajaan Padjajaran. Dia berharap anggaran yang diajukan bisa disetujui.
“Mudah-mudahan kalau anggarannnya ada kita lanjutkan di tahun berikutnya supaya di kawasan Batutulis itu menjadi situs budaya yang betul-betul kawasan wisata budaya bernuansa Kerajaan Padjajaran,” ungkapnya.
Dalam perhelatan Kongres ke V JKPI, tak hanya memamerkan Batutulis, tetapi sebagai kota wisata yang banyak makanan khas, maka juga akan mempromosikan kuliner legendaris Bogor.
“Jadi nanti saat makan malam maupun sebagai minuman saat welcome drink. Makanan khas Bogor akan disajikan antara lain toge goreng, soto kuning, dan nasi liwet,” jelasnya.
Bahkan kata dia, para pelaku seni juga akan menampilkan seni-seni Sunda yang dikenal banyak orang. Mulai dari celempungan, kecapi, suling, dan seni tari tradisional yang mewakili keragaman budaya Indonesia.
Atep menambahkan, dipilihnya Kota Bogor menjadi tuan rumah Kongres ke-V JKPI, sudah ditentukan dalam rakernas tahun sebelumnya.
“Jadi sudah ditetapkan di tahun sebelumnya, Kota Bogor jadi tuan rumah kongres kelima. Persiapan Kota Bogor ini sebelumnya juga sudah disiapkan pada Pra Kongres di Aceh,” tandasnya.(Fry)

























Discussion about this post