BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Musim kemarau mulai mengancam keberlangsungan pertanian warga Kampung Cimenteng RT 03 RW 01, Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Sejumlah petani mengeluhkan kesulitan memperoleh pasokan air untuk mengairi sawah dan lahan perkebunan akibat keterbatasan jaringan irigasi.
Minimnya akses air membuat sebagian lahan pertanian mengalami kekeringan. Sejumlah petani bahkan khawatir mengalami gagal panen karena tanaman tidak memperoleh pasokan air yang cukup selama musim kemarau.
Petani berharap Pemerintah Kabupaten Bogor segera membangun jaringan pipanisasi irigasi agar aliran air dari sumber yang tersedia dapat menjangkau lahan pertanian warga yang selama ini selalu mengalami kekurangan air saat musim kemarau.
Salah seorang petani mengatakan, persoalan kekeringan bukan kali pertama terjadi. Warga, kata dia, telah mengusulkan pembangunan jaringan pipanisasi sejak 2010 melalui pemerintah kecamatan maupun penyuluh pertanian. Namun, hingga kini usulan tersebut belum terealisasi.
“Setiap musim kemarau kami selalu kesulitan mendapatkan air untuk sawah dan kebun. Padahal, sejak 2010 sudah mengajukan usulan pembangunan pipanisasi melalui kecamatan maupun penyuluh pertanian, tetapi sampai sekarang belum ada realisasinya,” ujarnya, Senin (27/7/2026).
Keluhan serupa disampaikan Udin, warga RW 01 Desa Warung Menteng. Menurut dia, wilayah tersebut sebenarnya memiliki dua jalur irigasi. Namun, keberadaan saluran itu belum mampu memenuhi kebutuhan petani karena belum tersedia jaringan pipanisasi yang menghubungkan aliran air ke lahan pertanian.
“Kalau musim kemarau, air sangat sulit. Dua jalur irigasi yang ada tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal karena belum ada pipanisasi. Akibatnya, banyak lahan pertanian yang kekurangan air,” kata Udin, Senin (27/7/2026).
Menurut Udin, kondisi tersebut membuat sebagian petani terpaksa menunda masa tanam. Bahkan, beberapa lahan dibiarkan kosong karena tidak memungkinkan ditanami sayuran maupun tanaman palawija.
Keterbatasan air juga berdampak terhadap produktivitas pertanian dan pendapatan petani. Padahal, sektor pertanian menjadi salah satu sumber penghidupan utama bagi warga setempat.
Petani berharap pemerintah daerah segera memperhatikan pembangunan infrastruktur irigasi di Desa Warung Menteng. Mereka menilai pipanisasi menjadi solusi jangka panjang untuk memastikan ketersediaan air, terutama ketika musim kemarau berlangsung.
“Mudah-mudahan pemerintah segera merealisasikan usulan pipanisasi ini. Kami hanya ingin ada kepastian air agar petani bisa kembali menanam dan tidak terus mengalami kerugian setiap musim kemarau,” ujar Udin.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post