BogorOne.co.id | Lampung Selatan – Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Lampung Selatan, mengalami lima kali erupsi pada Jumat, 9 Oktober 2026, sore. Letusan pertama dan kedua memunculkan kolom abu setinggi 150–250 meter di atas puncak, sedangkan tiga letusan berikutnya tidak teramati secara visual.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 16.17 WIB. Kolom letusan teramati mencapai sekitar 250 meter di atas puncak atau 407 meter di atas permukaan laut. Abu berwarna kelabu, cokelat, hingga hitam dengan intensitas tebal bergerak ke utara dan barat laut.
Tiga belas menit kemudian, Gunung Anak Krakatau kembali meletus. Pada erupsi kedua pukul 16.30 WIB, kolom letusan mencapai sekitar 150 meter di atas puncak atau 307 meter di atas permukaan laut. Abu tebal teramati mengarah ke utara, timur laut, dan barat.
Letusan kedua terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 56 milimeter dan durasi 36 detik.
Aktivitas berlanjut pada malam hari. Erupsi ketiga terjadi pukul 18.28 WIB, disusul letusan keempat pada pukul 18.35 WIB dan letusan kelima pada pukul 18.45 WIB. Tinggi kolom abu dari ketiga erupsi tersebut tidak teramati.
Meski demikian, aktivitas vulkanik itu terekam dalam seismograf. Letusan keempat memiliki amplitudo maksimum 57 milimeter dengan durasi 51 detik, sedangkan letusan kelima mencapai amplitudo 54 milimeter dengan durasi 22 detik.
Suwarno mengatakan masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Aktivitas di sekitar gunung api itu dibatasi dalam radius dua kilometer dari kawah aktif.
“Masyarakat dan wisatawan kami imbau tidak mendekati kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Aktivitas di sekitar gunung api tersebut juga dibatasi dalam radius dua kilometer dari kawah aktif,” kata Suwarno.
Dalam keterangan yang sama, Suwarno menyebut kolom abu teramati berwarna kelabu, cokelat, hingga hitam dengan intensitas tebal dan condong ke utara serta barat laut.
Namun, keterangan mengenai amplitudo maksimum 39 milimeter dan durasi sekitar tiga menit 46 detik dalam laporan tersebut belum jelas merujuk pada salah satu dari lima erupsi atau aktivitas yang masih berlangsung. Informasi itu perlu dikonfirmasi sebelum dimasukkan sebagai data definitif.
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post