BogorOne.co.id | Cibinong – Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor, Siti Nurianty menuturkan komoditas hasil pertanian di Tegar Beriman terus meningkat. Bahkan empat Komoditi diantaranya telah tembus pasar ekspor.
Sampai saat ini kata Siti, terdapat komoditas unggulan pertanian, yakni sektor tanaman pangan yakni ubi jalar dengan produksi 48.294 ton, talas 11.165 ton, ubi kayu 85.861 ton.
Untuk sektor hortikultura, manggis 47.022 kwintal dan pepaya 24.926 kwintal, jambu biji (kristal) 64.226 kwintal, rambutan 91.066 kwintal, cabe 57.433 kwintal.
Sedangkan untuk tanaman hias bunga 3.999.887 tangkai, tanaman hias daun indah 734.705 pohon, tanaman obat 9.185,8 ton.
“Untuk ekspor, salah satunya ekspor manggis sebanyak 4.124, ekspor ubi jalar sebanyak 73,66 ton. Ekspor tanaman hias pot 39.032 pot, tanaman hias bunga sebanyak 20.000 potong per bulan,” kata Siti.
Ia menjelaskan, peluncuran ekspor manggis Kabupaten Bogor diresmikan pada tanggal 27 Februari 2019. Manggis Kabupaten Bogor telah dirilis sebagai varietas oleh Kementerian Pertanian pada tahun 2010 dengan nama varietas “Raya”.
Dia menjelaskan, bahwa sentra manggis Kabupaten Bogor berada di Kecamatan Leuwiliang, Leuwisadeng, Cigudeg, Sukajaya, Jasinga, Sukamakmur dan Klapanunggal.
“Ekspor buah manggis telah dimulai sejak bulan november 2018 sampai 18 februari 2019 sebanyak 250 kontainer atau sebanyak 4.500 – 5.000 ton buah manggis,” jelasnya.
Untuk satu kontainer kata dia, memuat 18 sampai 20 ton yang dikirim melalui pengiriman laut. “Tujuan ekspor adalah ke negara China, sebanyak 7 kontainer atau sekitar 126-140 ton buah manggis,” ungkapnya.
Sementara untuk ekspor tanaman hias kata siti, peluncurannya dilaksanakan di Desa Sirnagalih Kecamatan Tamansari yang bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional pada tanggal 24 September 2020.
Diakuinya, bahwa populasi tanaman hias di Kabupaten Bogor tersebar di beberapa sentra yaitu Kecamatan Tamansari, Ciawi, Megamendung, Cisarua, Kemang, Ciseeng, dan Gunung Sindur.
“Jenis tanaman hias yang telah di ekspor antara lain Monstera, Philodendron, Alocasia, Anthurium, Scindapsus, dan jenis aroid lainnya,” paparnya.
Masih kata dia, terdapat 622 petani eksportir dari Kabupaten Bogor tergabung dalam 52 perusahaan (CV/PT) yang mengeluarkan phytosanitary atau ijin ekspor, dengan rata-rata devisa negara 500-700 juta per hari.
“Tujuan Ekspornya meliputi sejumlah negara, antaralain Amerika, Kanada, Jerman, UK, Itali, Korea, Taiwan, Malaysia, Jepang,” tandasnya. (Donn)





























Discussion about this post