BogorOne.co.id | Jakarta – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, denyut aktivitas belanja mulai terasa di Pasar Tanah Abang, Jakarta. Deretan kios busana tampak semakin ramai, terutama oleh pemburu pakaian Lebaran yang ingin lebih dulu mengamankan pilihan. Di antara ragam model yang ditawarkan, gamis rompi lepas mencuri perhatian dan menjadi perbincangan hangat.
Model gamis berkonsep inner–outer ini dinilai menawarkan kepraktisan sekaligus fleksibilitas. Rompi yang dapat dilepas pasang membuat busana tersebut mudah dipadukan untuk berbagai kesempatan, dari acara keluarga hingga kegiatan formal. Popularitasnya yang melesat di media sosial turut mendorong minat pembeli, terutama di kalangan perempuan.
Lia, pedagang busana di Pasar Tanah Abang, mengatakan permintaan gamis rompi lepas terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Menurutnya, model tersebut kini menjadi salah satu yang paling banyak dicari menjelang musim belanja Lebaran.
“Modelnya inner outer, bisa lepas-pasang. Sekarang lagi tren, jadi banyak yang tanya,” ujarnya, Sabtu (10/1/2025).
Dari sisi harga, gamis rompi lepas dibanderol mulai Rp 350.000 hingga Rp 800.000, bergantung pada kualitas bahan yang digunakan. Lia menyebut, untuk material premium, harganya berada di kisaran tertinggi. Sementara soal warna, biru emerald diprediksi akan menjadi pilihan favorit untuk Lebaran tahun ini.
Antusiasme serupa dirasakan Mia, pengunjung yang memilih berbelanja lebih awal demi menghindari kepadatan pasar menjelang Ramadan. Ia mengaku tertarik pada model rompi lepas yang tengah viral dan disebut-sebut sebagai tren Lebaran 2026.
“Saya beli dari sekarang supaya tidak terlalu ramai. Modelnya juga lagi tren,” katanya.
Bagi Mia, kualitas bahan dan harga yang ditawarkan masih sepadan. Kebiasaan berbelanja jauh hari sebelum puasa juga sudah dilakukannya dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan minat yang terus meningkat, gamis rompi lepas diperkirakan akan menjadi salah satu primadona di Pasar Tanah Abang, menyertai semarak persiapan masyarakat menyambut Ramadan dan Idulfitri.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post