BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Indonesia mengalami situasi darurat lansia terlantar. Sebanyak 6 juta lansia terlantar hanya empat puluhan ribu yang baru dapat di tangani kementrian sosial.
Hal tersebut terungkap usai kunjungan mantan menteri sosial RI di era orde baru Endang Inten Soeweno saat mengunjungi Balai rehabilitasi sosial sentra terpadu kemensos RI di Karadenan Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu 11 Januari 2023.
Menurut dia, meski taraf hidup masyarakat meningkat dan angka kemiskinan menurun bukan berarti Indonesia akan terbebas dari masalah kesejahteraan sosial.
“Anak terlantar dan anak putus sekolah mendapat perhatian penuh dari negara. Bahkan di negara maju perhatian juga di berikan kepada mereka yang lansia dan tidak lagi produktif,” ungkapnya.

Melalui Yayasan Teratai yang di pimpin oleh Endang Inten Soeweno melalui bantuan makanan sedikit banyak membantu pemerintah dalam menangani persoalan darurat lansia terlantar,” paparnya.
Jumlah panti werda atau panti jompo di bawah kementrian sosial sangat terbatas. Termasuk juga panti jompo yang di dirikan yayasan swasta yang masih belum cukup menampung para lansia terlantar.
Sementara itu, Dirjen Rehabilitasi Sosial Kementrian Sosial RI Pepen Nazarudin menambahkan, di unit sentra terpadu pihaknya siap membantu kepada relawan sosial yang bergerak membantu lansia terlantar. Salah satunya dengan program bantuan pangan.
“Pemerintah memiliki keterbatasan menjangkau para lansia terlantar untuk mendapatkan hak hidup yang layak. Pentingnya kolaborasi antar instansi , lembaga social , dunia usaha dan masyarakat menjadi penting agar tingginya harapan hidup masyarakat sejalan dengan tingkat kesejahteraannya di usia lanjut,” ungkapnya. (Yud)


























Discussion about this post