BogorOne.co.id | Jakarta – Nama anggota Komisi X DPR, Eva Stevany Rataba, masuk dalam desil 4 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Data itu menimbulkan pertanyaan karena Eva merupakan penyelenggara negara yang memiliki harta kekayaan miliaran rupiah.
Eva membenarkan namanya tercatat dalam desil 4. Namun, dia mempertanyakan dasar pencantuman tersebut dan meminta pemerintah menelusuri sumber serta riwayat datanya.
“Bagaimana mungkin saya bisa tercatat dalam data tersebut. Karena itu saya meminta agar sumber dan riwayat datanya ditelusuri secara terbuka. Kalau memang datanya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, tentu harus segera diperbaiki,” ujar Eva.
Desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat dalam DTSEN. Posisi desil 4 menunjukkan kelompok kesejahteraan yang berada di bawah kelompok masyarakat dengan tingkat ekonomi lebih tinggi. Karena itu, pencantuman nama Eva dalam kelompok tersebut memicu sorotan.
Persoalan itu juga sempat dikaitkan dengan data penerima bantuan sosial. Namun, Dinas Sosial Kabupaten Toraja Utara memastikan Eva tidak tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan maupun bantuan sosial lainnya. Kepala Dinsos Toraja Utara Elias Masi Para’pak mengatakan Eva datang ke kantornya untuk mempertanyakan pencantuman namanya dalam desil 4.
Sementara itu, laporan harta kekayaan penyelenggara negara yang dipublikasikan menunjukkan nilai kekayaan Eva jauh di atas batas yang lazim diasosiasikan dengan kelompok rentan. Data LHKPN 2023 yang dirangkum dari publikasi KPK mencatat total kekayaan bersih Eva sekitar Rp16,17 miliar tanpa utang.
Eva merupakan politikus Partai NasDem yang telah menjadi anggota DPR sejak 2019. Ia mewakili daerah pemilihan Sulawesi Selatan III dan kini duduk di Komisi X DPR yang membidangi pendidikan, olahraga, pariwisata, serta kebudayaan.
Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan akan mengecek status Eva dalam data tersebut.
“Nanti kita klarifikasi dahulu ya,” kata Cucun kepada wartawan di Kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 8 September 2026.
Pencantuman Eva dalam desil 4 kini memunculkan persoalan yang lebih luas mengenai akurasi pemutakhiran data sosial-ekonomi pemerintah. Eva meminta proses penelusuran dilakukan secara terbuka agar diketahui bagaimana namanya dapat masuk ke dalam kelompok tersebut.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post