BogorOne.co.id | Makassar – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) 02 Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berhenti beroperasi. Penutupan dapur ini berdampak pada lebih dari 50 karyawan yang terpaksa dirumahkan.
SPPG yang berlokasi di Jalan Andi Pangerang Pettarani 2, Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang, sebelumnya memproduksi sekitar 3.500 porsi makanan bergizi per hari untuk lebih dari 10 sekolah dasar. Dapur tersebut beroperasi sejak Februari 2025 di bawah naungan Yayasan Tangan Fatima Bekerja.
Sejak sepekan terakhir, dapur tidak lagi menyalurkan makanan kepada siswa penerima manfaat. Penutupan ini diduga terkait polemik pagu anggaran Rp6.500 per porsi dari pemerintah.
Salah seorang karyawan, Sri Bulan, mengaku tidak mengetahui pasti penyebab penutupan.
“Saya dengar masalah anggaran. Biasa Rp10.000, tapi sekarang Rp6.500,” ujarnya dikutip dari beritasatu.com, Selasa, 30 September 2025.
Selain berdampak pada distribusi makanan, penutupan dapur juga membuat puluhan karyawan kehilangan pekerjaan. Mayoritas pekerja merupakan warga sekitar dan kepala keluarga tunggal.
Pemerintah sebelumnya menutup sejumlah dapur MBG yang dinilai bermasalah menyusul lonjakan kasus keracunan massal. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan penutupan dilakukan untuk evaluasi dan investigasi menyeluruh.
“SPPG yang bermasalah ditutup sementara untuk evaluasi dan investigasi,” kata Zulkifli Hasan dalam jumpa pers di Kementerian Kesehatan.
Keputusan itu diambil usai rapat koordinasi bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Mensesneg Prasetyo Hadi, serta jajaran kementerian dan Badan Gizi Nasional (BGN).
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post