BogorOne.co.id | Jakarta – Musim pancaroba, yaitu peralihan dari kemarau ke musim hujan, dinilai berpengaruh terhadap menurunnya daya tahan tubuh masyarakat. Kondisi ini membuat baik anak-anak maupun orang dewasa lebih rentan terserang penyakit.
Dokter spesialis anak Ian Suryadi mengatakan penurunan imunitas terjadi karena tubuh harus beradaptasi dengan perubahan cuaca yang ekstrem. Selain perubahan suhu, tekanan udara yang berubah drastis juga memengaruhi metabolisme tubuh.
“Karena tubuh stres maka tubuh menjadi tak mampu menghasilkan antibodi yang cukup. Tubuh justru berubah menjadi tidak terlalu fokus menghasilkan daya tahan tubuh lagi dan akhirnya antibodi kita berkurang,” kata Ian, Sabtu, 1 Oktober 2025.
Menurut dia, virus dan bakteri lebih mudah menyebar pada musim pancaroba. Angin yang berembus cepat dan kuman yang mengendap di permukaan tanah berpotensi terhirup manusia.
Ian mengimbau masyarakat menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk memakai masker, rutin mencuci tangan, dan mengonsumsi makanan bergizi.
“Bisa juga ditunjang dengan banyak makan vitamin, vitamin C, vitamin D, sama Zinc yang semuanya mampu meningkatkan daya tahan tubuh,” ujarnya.
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post