BogorOne.co.id | Wonosobo – Kabut tipis yang kerap turun di perbukitan Wonosobo tak menyurutkan langkah wisatawan untuk singgah ke Telaga Menjer selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Telaga alami yang berada di Kecamatan Garung ini menjelma menjadi salah satu primadona, menawarkan ketenangan dan panorama hijau yang memanjakan mata.
Hamparan air telaga seluas sekitar 70 hektare tampak tenang di ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut. Dari tepiannya, pengunjung dapat menikmati siluet Gunung Sindoro yang berdiri anggun, berpadu dengan perbukitan hijau di sekeliling telaga. Suasana sejuk khas pegunungan membuat banyak wisatawan betah berlama-lama, sekadar duduk santai, mengabadikan momen, atau menyusuri telaga dengan perahu wisata.
Di momen libur Nataru, Telaga Menjer ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun dari luar daerah. Tak sedikit yang datang bersama keluarga atau pasangan untuk mencari suasana liburan yang lebih tenang, jauh dari hiruk-pikuk destinasi wisata padat pengunjung.
Untuk menunjang kenyamanan, pengelola menyediakan berbagai fasilitas, mulai dari perahu wisata, area swafoto, gazebo, hingga warung kuliner yang dikelola warga sekitar. Kehadiran fasilitas ini tak hanya menambah daya tarik wisata, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Harga tiket masuk ke Telaga Menjer terbilang ramah di kantong, yakni Rp 7.500 per orang. Sementara itu, wisatawan yang ingin menikmati telaga dari atas air dapat menyewa perahu dengan tarif Rp 20.000 per orang, atau Rp 250.000 untuk paket privat.
Zahra, wisatawan asal Yogyakarta, mengaku memilih Telaga Menjer sebagai destinasi libur Nataru karena suasananya yang sejuk dan relatif tenang.
“Tempatnya sejuk, terus ada perahu yang bisa disewa. Kayaknya juga masih baru, jadi enak buat liburan bareng keluarga atau pasangan. Ini pertama kali ke sini, tapi kesannya bagus, pengin ke sini lagi,” ujarnya sambil menikmati pemandangan telaga, Minggu (28/12/2025).
Pemerintah Kabupaten Wonosobo pun terus mendorong pengembangan Telaga Menjer sebagai salah satu destinasi unggulan daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan sarana dan prasarana, promosi pariwisata, serta penguatan peran masyarakat lokal dalam pengelolaan kawasan wisata.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo, Fathonah Ismangil, menyebutkan cuaca menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingkat kunjungan wisatawan selama libur Nataru tahun ini.
“Berdasarkan data pada periode 20 hingga 25 Desember, jumlah pengunjung di kawasan Dieng berada di kisaran lebih dari 15.000 orang. Faktor cuaca, seperti hujan dan kabut, sangat memengaruhi keputusan wisatawan untuk berkunjung,” kata Fathonah dikutip dari beritasatu.com, Minggu, 28 Desember 2025.
Ia menambahkan, secara keseluruhan jumlah kunjungan wisatawan masih mengalami penurunan sekitar 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, pihaknya optimistis total kunjungan hingga akhir libur tahun baru dapat mencapai 50.000 hingga 70.000 orang.
Menariknya, tren wisata tahun ini menunjukkan pergeseran minat ke destinasi yang lebih tenang dan tidak terlalu padat. Telaga Menjer menjadi salah satu contohnya.
“Wisatawan mulai memilih kawasan wisata dengan suasana lebih nyaman dan pemandangan indah. Untuk tahun ini, kunjungan ke Telaga Menjer justru meningkat sekitar 25 persen dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.
Dengan potensi alam yang dimiliki, Telaga Menjer diharapkan terus menjadi magnet wisata berkelanjutan di Wonosobo sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan daya tarik pariwisata Jawa Tengah.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post