BogorOne.co.id | Tamansari – Banyaknya proyek infrastruktur terutama Jalan, yang dibiayai APBD tahun 2023 yang mangkrak berdampak pada mobilisasi warga yang menggunakan jalan tersebut.
Di ungkapkan Sekretaris Dina Pekerjaan Umum dan Perataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor, Edi Mulyadi sedikitnya ada sekitar 50 kegiatan fisik yang tidak selesai tepat waktu.
“Total kegiatan fisik yang belum selesai kira-kira 50 titik, namun sisanya ada yang tinggal 6 atau 8 persen. Tapi ada juga baru 60 persen,” ungkapnya kepada wartawan, Senin 22 Januari 2024.
Lanjut Edi, serapan APBD tahun 2023 di dinasnya hanya mencapai 84 persen dari total anggaran sebesar Rp 846 miliar. Untuk kegiatan fisik, pihaknya harus mengeluarkan luncuran anggaran untuk menyelesaikan puluhan proyek yang molor tersebut.
“Sehingga ada luncuran keuangan hampir sebelas Rp 11 M, kita identifikasi memang ada beberapa kegiatan yang belum beres, namun berproses,” jelasnya.
Kepada pihak ketiga atau penyedia jasa, DPUPR memberikan kesempatan untuk segera menuntaskan pembangunan selama 50 hari diberikan kesempatan sembari penyedia jasa didenda akibat gagal rampung tepat waktu.
Menurut Edi, pihaknya telah mengumpulkan seluruh penyedia jasa mitra kerja DPUPR untuk kegiatan fisik. Dalam pertemuan itu pihaknya menegaskan untuk mengedepankan profesionalitas dalam mengerjakan kegiatan yang bersumber dari APBD.
“Namun kalau sudah diberi kesempatan kelihatan tidak selesai, maka kita putus kontrak. Sejauh ini ada 4 kegiatan yang diputus kontrak dengan penyedia jasa,” ungkapnya. (Yud)
























Discussion about this post