BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Mendapat aduan warga soal pencemaran lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor langsung turun gunung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Kaisar Motorindo Industri yang berlokasi di Desa Karang Asem, Kecamatan Citeureup.
Dalam kesempatan itu DLH mengambil semple air yang diduga tercemari limbah pabrik untuk di bawa ke laboratorium guna memastikan kandungan limbah dari pabrik tersebut.
Langkah ini ditempuh setelah adanya aduan masyarakat terkait dugaan pencemaran lingkungan yang bersumber dari aktivitas pabrik di wilayah Bogor Timur Kabupaten Bogor.
Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) DLH Kabupaten Bogor, Riri Agustina Lubis, mengatakan tim pengawas lingkungan melakukan pemeriksaan teknis, termasuk pengambilan sampel air di titik bak outlet Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Dia menjelaskan, dari titik inilah, limbah cair industri biasanya dialirkan menuju badan air penerima, yakni sungai di sekitar kawasan pabrik.
“Kami melakukan pengambilan contoh air di bak outlet IPAL di satu titik. Air buangan itu nantinya bermuara ke badan air, biasanya anak sungai,” kata Riri, Jumat 22 Agustus 2025.
Hasil sidak belum sepenuhnya menguatkan dugaan pencemaran. Namun, menurut Riri, indikasi potensi limpasan limbah ke aliran sungai tetap ada. Pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan kandungan limbah yang terdeteksi.
“Informasi di lapangan menyebut, saat hujan berpotensi terjadi limpasan. Seharusnya air limbah dialirkan sesuai prosedur, tetapi karena sarana prasarana tidak memadai, ada kemungkinan air bercampur dengan limbah masuk ke saluran anak Sungai Cijere, lalu bermuara ke Sungai Citeureup hingga Sungai Cileungsi,” jelasnya.
DLH menegaskan, limpasan semacam itu tetap masuk kategori pelanggaran. “Ya, potensinya ada. Limpasan saja sudah pelanggaran, karena seharusnya tidak boleh ada limpas,” tegas Riri.
DLH Kabupaten Bogor kini menunggu hasil laboratorium sebagai bahan dasar tindak lanjut. Proses pengujian diperkirakan memerlukan waktu dua pekan. Setelah itu, hasil akan dibahas bersama pihak perusahaan.
“Nunggu hasil lab itu paling cepat 14 hari kerja. Berita acara akan kami bahas bersama PT Kaisar, sambil menunggu hasil uji yang saat ini masih berjalan,” pungkasnya.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post