24 C
Bogor
Selasa, 22 Juni 2021

Pelaku Perang Sarung Dijebloskan Jeruji Besi

Must read

Puluhan ASN Positif Covid-19, Balai Kota Bogor di Lockdown

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Banyaknya Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang terpapar Covid-19, membuat petinggi di 'gedung putih'...

Komisi IV Desak Tambah Kapasitas Tempat Tidur di RS Rujukan Covid-19

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bogor membuat kapasitas tempat tidur di Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19 hampir...

Jam Operasional Sektor Usaha Kembali Dibatasi, PHRI Kota Bogor ‘Pasrah’

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian mengeluarkan surat edaran untuk memperketat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro yang mengubah jam...

Ingat! Mulai Besok, Pemkot Bogor Kembali Terapkan PPKM Skala Mikro

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan menerapkan PPKM berskala mikro sesuai intruksi Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto mulai tanggal...

BogorOne.co.id | Kota Bogor – Kelompok pelaku perang sarung yang kerap beraksi dijalanan selama Bulan Ramadhan akhirnya dibekuk Tim Kujang Polresta Bogor Kota. Dalam aksinya kelompok tersebut biasa tawuran disejumlah titik dan meresahkan masyarakat.

Selain sukses menangkap para pelaku perang sarung, Polresta Bogor Kota berhasil menangkap pelaku pengrusakan tempat usaha oleh Ormas, dan penganiayaan.

Dari operasi penangkapan tersebut, polisi juga mengamankan 15 senjata tajam diantaranya 9 cluit, stik golf, pedang dan golok. “Kami amankan 8 orang pelaku tindakan kriminal,” kata Kapolresta Bogor Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, Selasa (27/04/21).

Menurut Kapolresta, para pelaku tindakan kriminal itu antaralain Ormas yang melakukan pengrusakan, pelaku pengeroyokan dan pelaku yang membawa senjata tajam.

“Mereka ditangkap dalam operasi pekat selama satu minggu di bulan Ramadhan ini,” ujar Kapolresta yang didampingi Wakil Walikota Bogor Dedie Rachim, WA kapolresta AKBP M. Arsal Sahban di halaman Jogya, Jalan Soleh Iskandar.

Susatyo menambahkan, Tim Kujang rutin melakukan giat operasi dan patroli, terutama di beberapa titik lokasi yang rawan terjadi aksi tawuran, seperti di Jalan KH Sholeh Iskandar dan sejumlah titik rawan tawuran lainnya di seluruh Kota Bogor.

Target operasi diantaranya senjata tajam, miras dan knalpot tidak standar. Dimasa Ramadhan ternyata masih banyak memanfaatkan waktunya untuk melakukan aksi kekerasan atau tawuran, sehingga Tim Kujang melakukan antisipasi dan pengamanan.

Dia juga mengimbau bahwa Tim Kujang dibantu TNI akan menindak tegas semua pelaku kekerasan baik orang ataupun kelompok. Hal itu menjadi komitmen pihaknya untuk menjadikan Kota Bogor sebagai kota ramah untuk keluarga.

“Ada dua kejadian menonjol yaitu aksi Ormas melakukan kekerasan kepada perusahaan dan penganiayaan yang dilakukan kelompok anak muda,” tegasnya.

Ketua Tim Kujang Polresta Bogor Kota yang juga Kasatreskrim, Kompol Dhoni Erwanto menjelaskan, tindakan yang dilakukan dengan mengantisipasi terkait tindak pidana kekerasan di jalanan baik yang terjadi di malam hari dan subuh hari.

Tiap melakukan kegiatan, Tim Kujang melakukan patroli menyeluruh dari mulai pukul 24.00 hingga pagi hari. Banyak kejadian terutama masih banyak ditemukan adanya kegiatan masyarakat yang akan melakukan perang sarung ataupun tawuran.

“Kami berhasil mengamankan beberapa titik yang akan tawuran dengan sejumlah barang bukti senjata tajam,” ungkapnya.

Diakui Kasat Reskrim, kegiatan menonjol terjadi di depan Ramayana tanggal 24 April, sekitar pukul 24.00, dengan korban ada 3 orang, satu orang luka ringan dan dua orang luka berat. “Kami berhasil mengamankan 8 orang pelaku dan rata rata masih berada dibawah umur,” jelasnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga anak anaknya supaya diawasi dan dipantau selama malam hari karena masih banyak ditemukan anggota masyarakat, pemuda yang nongkrong di sejumlah titik rawan.

“Kami minta kerjasama dari para orangtua untuk memantau dan mengawasi anak-anaknya, karena pada malam hari banyak yang beraktifitas dan berujung melakukan tindakan kriminal melawan hukum,” pungkasnya. (Fik)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Latest article

Puluhan ASN Positif Covid-19, Balai Kota Bogor di Lockdown

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Banyaknya Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang terpapar Covid-19, membuat petinggi di 'gedung putih'...

Komisi IV Desak Tambah Kapasitas Tempat Tidur di RS Rujukan Covid-19

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bogor membuat kapasitas tempat tidur di Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19 hampir...

Jam Operasional Sektor Usaha Kembali Dibatasi, PHRI Kota Bogor ‘Pasrah’

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian mengeluarkan surat edaran untuk memperketat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro yang mengubah jam...

Ingat! Mulai Besok, Pemkot Bogor Kembali Terapkan PPKM Skala Mikro

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan menerapkan PPKM berskala mikro sesuai intruksi Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto mulai tanggal...

RSUD Kota Bogor Targetkan Jadi Rumah Sakit Rujukan Regional

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor mentargetkan bisa meraih predikat menjadi Rumah Sakit (RS) Rujukan Regional dari Kementerian...