BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor mengkaji ulang rencana pembangunan flyover Jalan Bomang (Bojonggede-Kemang) yang terpotong jalur rel kereta api. Kajian ulang dilakukan setelah perhitungan awal menunjukkan biaya proyek mencapai hampir Rp 500 miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bogor Suryanto Putra mengatakan, pembangunan flyover diperlukan untuk melanjutkan konektivitas Jalan Bomang. Namun, biaya yang dibutuhkan dinilai terlalu besar.
“Kita ingin bikin flyover, tapi hitungan kita masih cukup mahal juga, hampir Rp 500 miliar-an. Itu sepertinya masih sangat jauh kalau kita sampai menunggu,” ujar Suryanto, Jumat (31/10/2025).
Suryanto menuturkan, Pemkab Bogor sempat mengajukan bantuan ke pemerintah pusat untuk mendukung pendanaan proyek. Hingga kini, belum ada kepastian dari pusat maupun pemerintah provinsi.
“Kita minta ke pusat juga, pusat lagi efisiensi juga, sehingga belum ada jawaban dari pusat pemerintahan provinsi,” katanya.
Ia menyebutkan, Bupati Bogor berencana mengambil alih pembiayaan proyek melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Bogor. Namun, perhitungan anggaran proyek harus dikaji ulang agar lebih efisien.
“Pak Bupati kemarin mau ambil alih melalui APBD, tapi suruh hitung ulang agar tidak terlalu mahal. Dihitung ulang kembali agar bentangannya tidak terlalu panjang, lebarnya juga tidak terlalu lebar,” ujarnya.
Suryanto berharap hasil perhitungan ulang dapat menekan anggaran proyek menjadi di bawah Rp 200 miliar. Dengan demikian, pembangunan flyover bisa segera direalisasikan.
“Nanti dengan langkah mungkin masih di bawah Rp 200 miliar, sehingga bisa segera dibangun,” pungkasnya.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post