BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan sejumlah desa mulai memiliki sentra tanaman buah unggulan dalam satu hingga dua tahun ke depan. Program ini disiapkan melalui skema One Village One Product (OVOP) dengan mengelompokkan desa berdasarkan komoditas pertanian yang berpotensi dikembangkan.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan pemerintah daerah tengah memetakan desa yang akan dijadikan sentra produksi buah tertentu. Beberapa komoditas yang disiapkan antara lain mangga dan alpukat.
“Belum di 416 desa, tetapi beberapa desa sedang kita kluster, mau kita jadikan satu desa sentra mangga, satu desa sentra alpukat,” kata Rudy kepada Radar Bogor, Selasa, 3 November 2026.
Menurut Rudy, persiapan program dilakukan melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor. Pengadaan bibit ditargetkan mulai pada akhir November 2026, sedangkan penanaman dijadwalkan berlangsung pada Desember.
Pemerintah daerah mempercepat tahapan tersebut untuk memanfaatkan musim hujan. Ketersediaan air selama periode ini diharapkan membantu pertumbuhan tanaman yang baru ditanam.
Rudy menargetkan tanaman buah yang dikembangkan melalui program tersebut mulai menghasilkan dalam satu hingga dua tahun mendatang. Dengan begitu, setiap desa yang masuk dalam program memiliki komoditas unggulan yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Selain mangga dan alpukat, pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan bibit jeruk limun bagi sejumlah petani pada akhir tahun ini.
Pemkab Bogor juga akan melanjutkan dukungan terhadap pengembangan tanaman pala. Rudy mengatakan komoditas tersebut telah dibudidayakan di beberapa wilayah dan sebagian hasil produksinya sudah dipasarkan ke luar negeri.
“Kebetulan pengelolaan tanaman pala ada di beberapa wilayah Kabupaten Bogor yang ekspor ke luar negeri, kita juga support untuk itu,” ujarnya.
Program OVOP diharapkan tidak hanya memperkuat produksi pertanian, tetapi juga membentuk identitas ekonomi desa berdasarkan potensi komoditas masing-masing.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post