BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor menyebut Kecamatan Sukamakmur sebagai wilayah paling rentan terhadap pergerakan tanah di tengah meningkatnya cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, secara geologis Sukamakmur merupakan kawasan rawan longsor. Intensitas hujan yang tinggi membuat wilayah tersebut mudah mengalami bencana, baik dalam skala kecil maupun besar.
“Secara geologi memang area paling rawan gerakan tanah. Hujan sering terjadi sehingga sangat mudah memicu bencana,” kata Ajat, Sabtu, 31 Januari 2026.
Ajat menyebut potensi bencana diperkirakan meningkat seiring puncak musim hujan yang biasanya terjadi pada Februari. Menurut dia, curah hujan tertinggi hampir setiap tahun terjadi pada bulan tersebut.
“Sekarang musim hujan, titik tertinggi curah hujan itu Februari,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, agar meningkatkan kewaspadaan. Warga di bantaran sungai, sekitar setu, dan wilayah tebingan diminta mengantisipasi ancaman longsor dan banjir.
Selain itu, masyarakat diminta memantau informasi kebencanaan resmi yang disampaikan pemerintah daerah melalui layanan darurat 112 dan kanal BPBD.
Sebelumnya, pergeseran tanah kembali terjadi di Kecamatan Sukamakmur pada Kamis, 29 Januari 2026. Peristiwa tersebut menyebabkan 15 rumah rusak dan sekitar 60 warga terpaksa mengungsi.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post