BogorOne.co.id | Kota Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana melanjutkan proyek Jalan Regional Road (R2) di kawasan Bogor Utara. Namun, untuk merealisasikan hal tersebut Pemkot membutuhkan anggaran sebesar Rp160 miliar guna membebaskan lahan seluas 3,7 hektare.
“Anggaran pembebasannya cukup besar. Kita memang belum mengajukan dana ke DPRD untuk disetujui,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Chusnul Rozaqi kemarin.
Chusnul menegaskan bahwa pembebasan akan dilakukan, apabila DPRD menyetujui penganggaran untuk pembebasan. “Kalau kami mengajukan disetujui, otomatis langsung action. Jadi semua tergantung dewan,” katanya.
Menurut Chusnul, Jalan R2 nantinya akan memiliki panjang 2,5 kilometer itu akan melintasi empat kelurahan di Bogor Utara. Yakni, Ciluar, Cibuluh, Tanahbaru, dan Cimahpar.
“Peninjauan sudah dilakukan. Kami berharap, tahun depan anggaran pembebasan lahan ada, sehingga tahun depannya sudah bisa pembangunan fisik,” ucapnya.
Chusnul menyatakan, lahan seluas 3,7 hektare adalah sisa kekurangan pembebasan yang sebelumnya sempat dilaksanakan pada 2005 silam. “Makanya kami sosialisasikan terus ke warga melalui aparatur wilayah,” jelas dia.
Dalam kesempatan berbeda, Camat Bogor Utara, Riki Robiansyah membenarkan bahwa terdapat empat kelurahan yang bakal terkena dampak proyek R2. “Kebutuhan lahan 3,7 hektare. Dan warga sekitar sudah tahu akan ada proyek R2, sekarang masyarakat sifatnya hanya menunggu untuk dibebaskan,” ungkapnya.
Sambil menunggu proyek tersebut terealisasi, kata dia, pihaknya saat ini terus melakukan sosialisasi kepada warga sambil mengawasi lahan yang sudah dibebaskan sebelumnya agar tidak dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggungjawab.
“Kita sekarang awasi saja aset pemkot di sekitaran. Memang proyek itu belum terealisasi karena kebutuhan anggaran yang besar,” tegas lelaki yang hobi bermain sepakbola itu.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Dedie A. Rachin meminta jajaran dinas terkait untuk menginventarisir data bidang tanah yang sudah dibebaskan pemerintah.
“Saya dibantu sama camat, lurah, kadis PUPR, kasatpol PP semuanya meninjau, kita sedang memetakan berapa bidang yang sudah dibeli dinventarisir data-datanya,” kata Dedie.
Menurutnya, pembebasan lahan yang akan digunakan untuk Jalan R2 merupakan tantangan terbesar. Selain itu juga pembangunan jembatan dimana kondisnya saat ini tidak bagus atau rusak.
Dengan adanya akses Jalan R2 ini, pihaknya menginginkan wilayah Ciluar, Cimahpar, Tanah Baru, Tegal Gundil dan Cibuluh bisa lebih berkembang kedepannya.
“Tetapi memang masih butuh waktu terutama untuk pembebasan lahan dan jembatan,” tandasnya. (Fry)
























Discussion about this post