BogorOne.co.id | Kota Bogor – Upaya modernisasi pasar tradisional di Kota Bogor terus dilakukan. Salah satunya melalui Pasar Jambu Dua yang kini tengah diproyeksikan menjadi pasar rakyat dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) sekaligus pasar sehat. Dengan berbagai fasilitas ramah masyarakat dan lingkungan yang tertata, pasar ini diharapkan menjadi wajah baru perdagangan tradisional di Kota Bogor.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Deni Mulyadi, bersama Tim Kota Bogor Sehat meninjau langsung kesiapan Pasar Jambu Dua menjelang penilaian nasional Kabupaten/Kota Sehat, pada Senin 15 September 2025.
“Transformasi pasar tradisional harus terlihat nyata. Bukan hanya bersih dan sehat, tapi juga nyaman dan memenuhi standar nasional,” ujar Deni.
Deni menambahkan, penilaian nasional ini mencakup sembilan tatanan dengan total 136 indikator, termasuk kriteria pasar sehat. Tim penilai akan melakukan verifikasi selama dua hari, Selasa dan Rabu, untuk memastikan kelayakan pasar.
Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya, Jenal Abidin, menyebutkan berbagai fasilitas sudah disiapkan, mulai dari ruang laktasi, area ramah disabilitas, hingga pemisahan pedagang basah dan kering.
“Kebersihan pasar adalah prioritas utama. Kami ingin Pasar Jambu Dua tidak hanya memenuhi syarat pasar sehat, tetapi juga menjadi contoh modernisasi pasar rakyat di Kota Bogor,” ungkap Jenal.
Sebelumnya, pada 2022 Pasar Gunung Batu sudah meraih predikat SNI Pasar Rakyat. Tahun ini, Pemkot Bogor berharap Pasar Jambu Dua bisa menyusul dan menjadi pusat perdagangan yang modern, sehat, dan ramah masyarakat.
Reporter : Resha Bunai
Editor : Muttaqien

























Discussion about this post