BogorOne.co.id | Kota Bogor – Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor mengembangkan budidaya maggot sebagai cara mengelola limbah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dijalankan bekerja sama dengan 11 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bogor.
Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Bogor, Deden Adi Suryadi, mengatakan program budidaya maggot untuk pengolahan sampah MBG telah dimulai sejak satu tahun terakhir. Menurut dia, rumah maggot milik DLH sebenarnya sudah beroperasi sejak 2020 dengan memanfaatkan limbah rumah makan.
“Kalau rumah maggot ini sudah ada sejak tahun 2020, awalnya kami pakai sampah rumah makan. Kalau yang sama MBG ini baru satu tahun,” kata Deden.
Deden mengatakan petugas DLH hampir setiap hari menjemput sampah dari dapur MBG yang telah bekerja sama. Dari 11 SPPG tersebut, volume sampah yang terkumpul dapat mencapai setengah ton per hari. Namun, sampah yang digunakan untuk budidaya maggot berkisar 200 hingga 300 kilogram.
“Kalau yang kita pakai itu 200 sampai 300 kilogram, tapi sampah yang kami kumpulkan dari 11 SPPG itu bisa mencapai setengah ton,” ujar dia.
Sampah MBG itu terlebih dahulu dikumpulkan di ruang terbuka sebelum dimasukkan petugas ke dalam boks untuk proses budidaya maggot.
Menurut Deden, maggot dapat dipanen setelah 18 hari proses penetasan. Hasil panen kemudian dijual atau digunakan sebagai pakan lele dan ayam yang dipelihara DLH.
“Kalau hasil panennya itu satu biopond sekitar 20 kilogram. Kami punya 12 biopond, jadi tinggal dikali saja berapa total maggot yang kami panen,” ucapnya.
DLH Kota Bogor juga membuka pelatihan budidaya maggot bagi masyarakat. Warga yang ingin belajar disebut akan mendapatkan pendampingan hingga pemberian telur maggot.
“Kalau misalnya ada warga yang ingin belajar produksi maggot, kita terima dan diajarin dari nol. Kita kasih juga kalau mau telurnya,” kata Deden.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post