• INFO IKLAN
  • Redaksi
  • VISI dan MISI
  • Kode Etik Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Jumat, Juni 12, 2026
bogorone.co.id
  • Login
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
bogorone.co.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
Bogor One
No Result
View All Result
Home NASIONAL

“Hadiah Rolex Timnas” Apresiasi, Simbol Kekuasaan dan Sensitivitas Sosial

Redaksi by Redaksi
9 Juni 2025
in NASIONAL
0
“Hadiah Rolex Timnas” Apresiasi, Simbol Kekuasaan dan Sensitivitas Sosial
388
SHARES
396
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Agus Suryantoro                (Wartawan Senior)

BogorOne.co.id | TIMNAS Indonesia memetik kemenangan tipis 1-0 atas Cina dalam kualifikasi Piala Dunia 2026. Ini menjadi momentum penting bagi Timnas Indonesia.

Di sisi lain, di tengah euforia ini, Presiden Prabowo Subianto memberikan hadiah jam tangan mewah (Rolex) kepada para pemain sebagai bentuk penghargaan. Tindakan ini menuai pro-kontra, terutama karena dilakukan saat negara menggaungkan semangat efisiensi anggaran.

Fenomena ini dapat dipahami dari beragam perspektif. Dalam kacamata Fungsionalisme (Durkheim, Parsons), hadiah tersebut berperan sebagai fungsi integratif—mengukuhkan perasaan bangga dan solidaritas nasional.

BERITA LAINNYA

Pemkot Bandung Dukung Penuh Pelaksanaan Konprov PWI Jabar Agustus Mendatang

Pemkot Bandung Dukung Penuh Pelaksanaan Konprov PWI Jabar Agustus Mendatang

12 Juni 2026
Dewan Pers

Dewan Pers Bahas Perlindungan Karya Jurnalistik di Era AI

12 Juni 2026
motor listrik

KSP Pastikan Motor Listrik MBG Tak Terbengkalai di Tengah Sorotan Mark Up

11 Juni 2026
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi

Anggaran Belum Cair, Enam Dapur MBG di Garut Setop Beroperasi

9 Juni 2026

Timnas dianggap sebagai representasi sukses kolektif, dan penghargaan dari negara mempertegas nilai bahwa prestasi akan diakui.

Sayangnya pada saat bersamaan, tindakan itu dapat menimbulkan disfungsi sosial. Ketika masyarakat diminta berhemat dan birokrasi digerakkan untuk efisiensi, pemberian hadiah mewah bisa menimbulkan kecanggungan sosial, bahkan ketidakpercayaan terhadap konsistensi narasi negara.

Sedangkan dari cara teori konflik (Marx, Mills), pemberian hadiah mewah menunjukkan pola relasi kuasa—dimana negara menunjukkan kendali simbolik atas distribusi prestise.

Rolex, sebagai simbol kemewahan, bisa dipersepsikan bukan hanya sebagai hadiah atas kinerja, tetapi juga sebagai instrumen reproduksi simbolik elitisme.

Masyarakat kelas bawah yang merasakan tekanan ekonomi bisa melihat tindakan ini sebagai ironi: elit merayakan simbol kemenangan kecil dengan kemewahan, sementara publik bergulat dengan realitas sehari-hari. Ini membuka celah terhadap kritik tentang ketimpangan dan prioritas negara.

Sementara kelompok interaksionisme Simbolik (Mead, Blumer) menjelaskan bahwa simbol seperti Rolex tidak memiliki makna tetap; ia dimaknai dalam konteks sosial.

Bagi sebagian orang, Rolex adalah bentuk pengakuan terhadap perjuangan pemain. Namun bagi yang lain, Rolex adalah simbol ekses dan gaya hidup yang tak sejalan dengan kondisi nasional saat ini.

Kemudian dalam teori Pertukaran Sosial (Homans, Blau), maka apresiasi (Rolex) adalah imbal balik atas “jasa” membanggakan bangsa.

Namun, masyarakat juga akan menilai: apakah nilai hadiah tersebut setara dengan manfaat yang diterima secara kolektif? Jika persepsi publik menganggap “biaya simbolik” terlalu tinggi, maka pertukaran ini dianggap tidak adil atau tidak etis.

Kesimpulan

Pemerintah memiliki hak dan bahkan kewajiban untuk menghargai prestasi nasional, termasuk dalam bidang olahraga. Namun, simbolisme politik dan sosial seperti pemberian Rolex harus dikalibrasi dengan sensitivitas terhadap kondisi masyarakat dan narasi kebijakan yang sedang berlaku.

Di era digital, makna sosial tidak ditentukan oleh niat, tetapi lebih ditentukan oleh persepsi publik.
Sehingga pertanyaan pentingnya bukan sekadar “apakah Timnas layak dihargai?”, tetapi “apakah bentuk penghargaan ini selaras dengan rasa keadilan sosial yang dirasakan masyarakat?”

Dari sudut pandang Durkheim, masyarakat memang membutuhkan simbol dan ritus kolektif untuk mempertahankan kohesi sosial—dan olahraga nasional seperti kemenangan Timnas atas Cina bisa berfungsi sebagai “upacara sipil modern” yang menyatukan masyarakat.

Namun, Durkheim juga menekankan pentingnya moral kolektif yang menjadi fondasi kepercayaan publik terhadap institusi.

Ketika simbol-simbol apresiasi (seperti Rolex) tidak selaras dengan rasa keadilan dan kesetaraan sosial, maka ritus kolektif justru kehilangan makna sakralnya. Yang tersisa hanyalah kekosongan simbolik—dan kepercayaan sosial yang makin tergerus. (*)

Tags: ApresiasiHadiah RolexPSSISensitivitas SosialSimbol KekuasaanTimnas Indonesia

Related Posts

Pemkot Bandung Dukung Penuh Pelaksanaan Konprov PWI Jabar Agustus Mendatang
NASIONAL

Pemkot Bandung Dukung Penuh Pelaksanaan Konprov PWI Jabar Agustus Mendatang

12 Juni 2026
Dewan Pers
NASIONAL

Dewan Pers Bahas Perlindungan Karya Jurnalistik di Era AI

12 Juni 2026
motor listrik
NASIONAL

KSP Pastikan Motor Listrik MBG Tak Terbengkalai di Tengah Sorotan Mark Up

11 Juni 2026
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi
NASIONAL

Anggaran Belum Cair, Enam Dapur MBG di Garut Setop Beroperasi

9 Juni 2026
Said Iqbal
NASIONAL

Dilantik Prabowo, Said Iqbal Dorong Upah Layak dan Pembatasan Outsourcing

9 Juni 2026
Dampak Gempa Filipina M 7,7: Tsunami Sempat Terdeteksi di Sulut dan Malut, BMKG Akhiri Peringatan Dini
NASIONAL

Dampak Gempa Filipina M 7,7: Tsunami Sempat Terdeteksi di Sulut dan Malut, BMKG Akhiri Peringatan Dini

8 Juni 2026
Next Post
Program Deudeuh ka Lembur Kelurahan Tegallega, Bersihkan Sungai Sepanjang 850 Meter

Program Deudeuh ka Lembur Kelurahan Tegallega, Bersihkan Sungai Sepanjang 850 Meter

Discussion about this post

BERITA POPULER

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

9 April 2021
Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

8 April 2023
STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

30 Mei 2022
KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

16 September 2024
Pemilu 2024, Total TPS di Kota Bogor Sebanyak 2.913 TPS

Pemilu 2024, Total TPS di Kota Bogor Sebanyak 2.913 TPS

22 Juni 2023

DARI REDAKSI

menabrakkan diri ke mobil

Seorang Perempuan Diduga Coba Tabrakkan Diri ke Mobil di Bogor

28 April 2026
Diusung 10 OKP, Nur Sanusi Pimpin PK KNPI Bogor Barat

Diusung 10 OKP, Nur Sanusi Pimpin PK KNPI Bogor Barat

30 Maret 2021
Maruarar Sirait

Maruarar Sirait Minta Penertiban Lahan Negara demi Program 3 Juta Rumah

6 April 2026
Gunung Padang

Tim Kajian Pemugaran Situs Gunung Padang Dibentuk, Ali Akbar Ditunjuk Sebagai Ketua

15 Agustus 2025

Tentang Kami

bogorone.co.id

Selamat Datang di Bogorone.co.id,
Portal Berita yang dikelola oleh PT BOGOR ONE NET MEDIA - SK Kemenkumham RI
No. AHU-0072.AH.01.02.TAHUN 2016

Telah diverifikasi oleh

Dewan Pers

Sertifikat Nomor 1422/DP-Verifikasi/K/X/2025

Info Iklan – Redaksi – Visi dan Misi – Kode Etik Wartawan – Kode Perilaku Perusahaan – Pedoman Media Cyber – Kebijakan Privasi

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In