BogorOne.co.id | Kota Bogor – PT Mitra Natura Raya selaku pengelola Kebun Raya Bogor memberikan klarifikasi terkait beredarnya video viral di Instagram Story akun @uc.you yang menuding adanya praktik pungutan liar (pungli) oleh petugas keamanan di kawasan Kebun Raya Bogor, pada 11 Agustus 2025.
General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, Zaenal Arifin, menegaskan pihaknya tidak akan mentoleransi tindakan pungli, baik yang dilakukan pihak internal maupun eksternal.
“Kami akan menindak tegas siapapun yang terbukti melakukan pungli di kawasan Kebun Raya. Kenyamanan dan keamanan pengunjung adalah prioritas utama bagi kami,” ujarnya kepada wartawan, Selasa 11 Agustus 2025.
Zaenal menjelaskan, rombongan dari akun @uc.you datang ke Kebun Raya Bogor untuk mengadakan acara gathering karyawan tanpa adanya konfirmasi atau izin sebelumnya kepada pengelola. Karena itu, petugas keamanan menanyakan perihal acara tersebut kepada panitia.
“Kami memiliki aturan yang jelas terkait penyelenggaraan acara di Kebun Raya. Informasi lengkap akan disampaikan kepada panitia sebelum acara digelar, termasuk area mana saja yang dapat digunakan serta hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan di kawasan konservasi,” jelasnya.
Menurutnya, pengelola perlu mengetahui detail acara terlebih dahulu agar dapat mengarahkan lokasi yang tepat tanpa mengganggu kenyamanan pengunjung lain.
“Mereka datang langsung membuat acara tanpa membayar sewa lahan, hanya membayar tiket masuk dan parkir. Karena tidak ada pemberitahuan, petugas keamanan kami menanyakan aturan kepada panitia, dan itu bukan pungli,” tegas Zaenal.
Terkait adanya informasi biaya tambahan Rp15.000 per orang, Zaenal menerangkan bahwa ketentuan tersebut berlaku khusus untuk rombongan yang mengadakan acara di dalam kawasan. Biaya itu dikenakan sebagai kontribusi kebersihan dan perawatan lingkungan konservasi, bukan untuk pengunjung individu.
“Rombongan biasanya membawa makanan kemasan dari luar, yang berpotensi menimbulkan sampah. Karena itu, biaya kebersihan diterapkan untuk acara rombongan. Kami juga menghimbau agar pengunjung tidak membawa makanan dengan kemasan sekali pakai yang berpotensi meninggalkan sampah. Lebih baik gunakan wadah yang bisa dibawa pulang kembali,” tandasnya.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post