BogorOne.co.id | Kota Bogor – Untuk terus gaungkan dakwah ekonomi, guna membangkitkan ekonomi umat, Syarikat Islam (SI) Kota Bogor Hadirkan Sekolah Saudagar untuk mencetak para pengusaha handal.
Ketua Pimpinan Cabang SI Kota Bogor Subhan Murtadla mengungkapkan, bahwa latar belakang berdirinya Sekolah Saudagar Syarikat Islam Kota Bogor, tak terlepas dari sejarah lahirnya Sarekat Dagang Islam (SDI).
“SDI merupakan sebuah perkumpulan para pedagang, yang kemudian SDI berganti nama menjadi organisasi pergerakan, Sarekat Islam (SI),” kata Subhan kepada BogorOne.co.id, Rabu (12/01/22).
Dijelaskan Subhan, SDI didirikan pada tahun 1905 oleh para saudagar batik asal Surakarta, Jawa Tengah. Tokoh pendirinya adalah KH Samanhudi. Hingga Samanhudi terkenal sebagai tokoh perjuangan yang berjasa besar.
Menurutnya, dia menjadi motor pendirian SDI untuk memajukan perekonomian para pedagang Islam di Indonesia.
Berdasarkan anggaran dasar SDI, tujuan organisasi dagang ini adalah untuk mengembangkan jiwa berdagang, memberikan bantuan kepada para anggotanya.
“Jadi, konteksnya untuk memajukan pengajaran dan percepatan kenaikan derajat Bangsa pribumi dan menggalang persatuan umat Islam khususnya dalam kemajuan agama Islam,” ungkapnya.
Selaras dengan namanya kata dia, anggota SDI hanya terbatas pada pedagang yang beragama Islam. Namun, hal tersebut justru menghalangi SDI untuk mendapatkan anggota yang lebih banyak lagi.
“Maka dari itu, SDI berubah menjadi organisasi massa yang bernama Sarekat Islam atau SI. Pada tahun 1912, SDI berubah menjadi Syarikat Islam (SI).
Pada saat itu, HOS Tjokroaminoto terpilih menjadi ketuanya menggantikan H. Samanhudi. HOS Tjokroaminoto terkenal sebagai aktivis yang anti penjajah,” tuturnya.
Masih kata Subhan, di bawah kepemimpinan Tjokroaminoto, SI berkembang menjadi organisasi pergerakan yang ditakuti oleh kolonial Belanda. Aktivitas politiknya sangat menonjol pada waktu itu. Meski demikian, SI masih mengurusi kegiatan ekonomi dan sosial anggotanya seperti tujuan awal berdirinya SDI.
“Lahirnya Sekolah Saudagar ini, mengembalikan pada khittoh spirit perjuangan lahirnya Sarekat Islam.
Pada masa pandemi ini, ekonomi ummat dalam keadaan terpuruk, terutama para pelaku usaha kecil dan menengah,” jelasnya.
“Yang notabene merupakan ummat Islam. Untuk mencetak para saudagar yang tangguh, dibutuhkannya skill dan kemampuan yang mumpuni. Para generasi milineal menjadi fokus garapan dari Sekolah Saudagar ini,” tambahnya.
Sehingga lanjut dia, dapat melahirkan para saudagar muda yang tangguh, menguasai teknologi informasi dan pasar digital. Sedangkan untuk para pengajar akan melibatkan semua pihak dan instansi pemerintah, berkolaborasi dan bersinergi menjadi mutlak untuk membangun SDM yang berkualitas, mampu berdaya saing.
“Banyak kader SI Kota Bogor, yang menjabat sebagai Direksi Perumda Kota Bogor, akan dilibatkan dalam proses pembelajaran, dengan berbagai pengalaman memimpin perusahaan plat merah,” paparnya.
Seperti diketahui, bahwa di Kota Bogor banyak kampus yang dapat diajak untuk berkolaborasi, bersinergi. Membangun ekonomi ummat tidak bisa berjalan sendiri tanpa bekerja sama dengan berbagai pihak.
“Semoga dengan lahirnya Sekolah Saudagar Syarikat Islam ini, dapat memberikan sebuah solusi dalam membangun kedaulatan ekonomi rakyat, kemandirian ekonomi ummat,” tandas dia. (Fry)
























Discussion about this post