• INFO IKLAN
  • Redaksi
  • VISI dan MISI
  • Kode Etik Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Senin, Juli 27, 2026
bogorone.co.id
  • Login
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
bogorone.co.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
Bogor One
No Result
View All Result
Home PENDIDIKAN

PKBM Kota Bogor Tak Lagi Identik dengan Anak Putus Sekolah

Redaksi by Redaksi
27 Juli 2026
in PENDIDIKAN
0
PKBM

Ilustrasi PKBM.

30
SHARES
30
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BogorOne.co.id | Kota Bogor – Stigma bahwa Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) hanya menjadi tempat belajar bagi anak putus sekolah mulai bergeser. Di Kota Bogor, lembaga pendidikan kesetaraan itu kini diminati kalangan yang lebih beragam, termasuk keluarga menengah ke atas, calon atlet, hingga peserta didik yang memilih sistem pembelajaran fleksibel.

Perubahan tersebut tercermin dari meningkatnya jumlah peserta didik pendidikan kesetaraan dalam beberapa tahun terakhir. Ketua Forum Komunikasi PKBM Kota Bogor Hasan mengatakan, saat ini terdapat 52 PKBM di Kota Bogor. Sebanyak 48 di antaranya telah menyelenggarakan ujian pendidikan kesetaraan.

Pada tahun ajaran 2025/2026, sebanyak 3.423 peserta didik Paket A, Paket B, dan Paket C dinyatakan lulus serta menerima ijazah. Menurut Hasan, capaian itu menunjukkan pendidikan kesetaraan semakin diterima masyarakat.

“Program PKBM memang menjadi salah satu garda terdepan dalam menangani anak-anak yang tidak bersekolah. Saat ini kami juga terus membangun kerja sama dengan PKK, kelurahan, kecamatan, hingga Dinas Pendidikan agar semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses layanan pendidikan,” kata Hasan, Senin (27/7/2026).

BERITA LAINNYA

SDN 001 Binrang

Hampir Dua Tahun Belajar di Tenda, Murid SDN 001 Binrang Menanti Gedung Permanen

24 Juli 2026
Model Pendidikan Pesantren Al-Qur’an dan Kewirausahaan: Integrasi Pembentukan Karakter Qur’ani, Kemandirian Ekonomi, dan Kebangkitan Peradaban Islam

Model Pendidikan Pesantren Al-Qur’an dan Kewirausahaan: Integrasi Pembentukan Karakter Qur’ani, Kemandirian Ekonomi, dan Kebangkitan Peradaban Islam

24 Juli 2026
Siswa SDN Cadas Leueur

Nasib Siswa SDN Cadas Leueur, Belajar di Terpal karena Gedung Tak Lagi Aman

21 Juli 2026
MIS Al Barkah

Atap Rapuh Ancam Siswa MIS Al Barkah Bogor, Renovasi Tak Kunjung Datang

20 Juli 2026

Meski tetap menjalankan fungsi utama sebagai penyelenggara pendidikan bagi warga yang putus sekolah atau tidak dapat melanjutkan pendidikan formal, PKBM kini melayani kebutuhan kelompok yang lebih luas.

Hasan mencontohkan PKBM Citra Pakuan yang dikelolanya. Lembaga itu memiliki sekitar 350 peserta didik dari seluruh jenjang pendidikan kesetaraan dengan dukungan 21 tenaga pendidik. Sebagian peserta didiknya berasal dari keluarga menengah ke atas yang memilih pola belajar lebih fleksibel, baik melalui pertemuan tatap muka terbatas maupun pembelajaran daring.

“Minat masyarakat terhadap pendidikan kesetaraan sangat besar, terutama dari kalangan menengah ke atas. Mereka lebih menyukai model pembelajaran seperti homeschooling berbasis pondok maupun online sehingga bisa menggunakan guru-guru khusus dan lingkungan pergaulan anak lebih terjaga,” ujar Hasan.

Selain itu, pendidikan kesetaraan juga menjadi pilihan calon atlet yang membutuhkan jadwal belajar menyesuaikan agenda latihan dan kompetisi. Menurut Hasan, fleksibilitas tersebut tidak mengurangi kualitas pembelajaran karena seluruh PKBM tetap mengikuti standar yang ditetapkan pemerintah, mulai dari penyusunan modul, perangkat pembelajaran, hingga evaluasi hasil belajar.

PKBM juga memperkuat pendidikan keterampilan. Di PKBM Citra Pakuan, misalnya, peserta didik dapat mengikuti pelatihan komputer, tata boga, tata kecantikan, dan menjahit sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun membangun usaha mandiri.

“Kami tidak ingin lulusan PKBM hanya memperoleh ijazah. Mereka juga harus memiliki keterampilan sehingga setelah lulus mampu bekerja atau bahkan membuka usaha sendiri,” kata Hasan.

Ia menambahkan, kualitas lulusan pendidikan kesetaraan terus meningkat. Sejumlah lulusan Paket C diterima di perguruan tinggi negeri, Universitas Terbuka, bahkan melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

“Alhamdulillah, banyak lulusan kesetaraan yang lolos ke perguruan tinggi negeri maupun universitas di luar negeri. Mereka dan orang tuanya memang sudah mempersiapkan semuanya dengan matang,” ujarnya.

Hasan menilai capaian tersebut memperlihatkan pendidikan kesetaraan tidak lagi layak dipandang sebagai pilihan kedua. Ia berharap setiap PKBM di Kota Bogor dapat memiliki program unggulan masing-masing, baik di bidang bahasa, keterampilan, maupun kewirausahaan, sehingga mampu menjadi alternatif pendidikan yang semakin diminati masyarakat.

Perubahan persepsi terhadap PKBM juga menjadi perhatian Pemerintah Kota Bogor. Dalam momentum Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, Pemkot Bogor merekrut 848 warga putus sekolah untuk kembali mengenyam pendidikan melalui PKBM pada tahun ajaran 2026/2027.

Pada tahun ajaran sebelumnya, sebanyak 3.423 peserta didik dinyatakan lulus dan menerima ijazah Paket A, Paket B, maupun Paket C. Capaian itu ditampilkan dalam Gebyar PKBM dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang diselenggarakan Pemerintah Kota Bogor.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan ijazah pendidikan kesetaraan memiliki legalitas yang sama dengan pendidikan formal. Lulusan Paket A, Paket B, dan Paket C dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“PKBM tidak lagi dipandang sebelah mata. Melalui Gebyar PKBM ini kita melihat berbagai penampilan, UMKM binaan, bahkan lulusannya ada yang melanjutkan ke beberapa universitas. Artinya, pendidikan Paket A sampai Paket C itu legal, diakui pemerintah, dan mampu bersaing,” kata Jenal.

Menurut Jenal, PKBM menjadi salah satu instrumen penting untuk menekan angka anak putus sekolah di Kota Bogor. Pemerintah bersama Forum Komunikasi PKBM, kecamatan, dan Dinas Pendidikan terus melakukan jemput bola agar warga yang sempat berhenti sekolah dapat kembali memperoleh akses pendidikan.

“Ternyata persoalannya bukan hanya keaktifan warga, tetapi juga dukungan orang tua yang sangat berpengaruh. Ada anak yang ingin sekolah, tetapi orang tuanya tidak mendukung, baik karena faktor ekonomi maupun jarak sekolah yang cukup jauh,” ujar Jenal.

Reporter         : Resha Bunai

Editor             : R. Muttaqien

Related Posts

SDN 001 Binrang
PENDIDIKAN

Hampir Dua Tahun Belajar di Tenda, Murid SDN 001 Binrang Menanti Gedung Permanen

24 Juli 2026
Model Pendidikan Pesantren Al-Qur’an dan Kewirausahaan: Integrasi Pembentukan Karakter Qur’ani, Kemandirian Ekonomi, dan Kebangkitan Peradaban Islam
BOGOR RAYA

Model Pendidikan Pesantren Al-Qur’an dan Kewirausahaan: Integrasi Pembentukan Karakter Qur’ani, Kemandirian Ekonomi, dan Kebangkitan Peradaban Islam

24 Juli 2026
Siswa SDN Cadas Leueur
BOGOR RAYA

Nasib Siswa SDN Cadas Leueur, Belajar di Terpal karena Gedung Tak Lagi Aman

21 Juli 2026
MIS Al Barkah
PENDIDIKAN

Atap Rapuh Ancam Siswa MIS Al Barkah Bogor, Renovasi Tak Kunjung Datang

20 Juli 2026
Jaro Ade
BOGOR RAYA

Jaro Ade Gandeng PT ANTAM Bantu Renovasi SDN Cadas Leueur

20 Juli 2026
PTS
PENDIDIKAN

PTS Diminta Bertransformasi Total, Penurunan Mahasiswa Baru Jadi Ancaman

16 Juli 2026
Next Post
Musim kemarau

Petani Warung Menteng Krisis Air, Pipanisasi Irigasi Tak Kunjung Terealisasi

Discussion about this post

BERITA POPULER

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

9 April 2021
Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

8 April 2023
STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

30 Mei 2022
KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

16 September 2024
BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

16 Maret 2026

DARI REDAKSI

Zlatko Runje Resmi Jadi Asisten Pelatih Persib

Zlatko Runje Resmi Jadi Asisten Pelatih Persib

5 Juli 2026
Tingkatkan Industri Esports, Tri Hadirkan H3RO Power Battle untuk Gen Z Sukabumi

Tingkatkan Industri Esports, Tri Hadirkan H3RO Power Battle untuk Gen Z Sukabumi

12 Agustus 2024
Biskita Trans Pakuan

Biskita Trans Pakuan Bogor Perluas Layanan, 35 Titik Henti Baru Diaktifkan

15 Mei 2026
Polres Bogor Dianugerahi Penghargaan Kedubes Yaman

Polres Bogor Dianugerahi Penghargaan Kedubes Yaman

18 Agustus 2021

Tentang Kami

bogorone.co.id

Selamat Datang di Bogorone.co.id,
Portal Berita yang dikelola oleh PT BOGOR ONE NET MEDIA - SK Kemenkumham RI
No. AHU-0072.AH.01.02.TAHUN 2016

Telah diverifikasi oleh

Dewan Pers

Sertifikat Nomor 1422/DP-Verifikasi/K/X/2025

Info Iklan – Redaksi – Visi dan Misi – Kode Etik Wartawan – Kode Perilaku Perusahaan – Pedoman Media Cyber – Kebijakan Privasi

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In