24 C
Bogor
Selasa, 22 Juni 2021

Polisi Tangkap Dua Mucikari Prostitusi Online 

Must read

Puluhan ASN Positif Covid-19, Balai Kota Bogor di Lockdown

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Banyaknya Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang terpapar Covid-19, membuat petinggi di 'gedung putih'...

Komisi IV Desak Tambah Kapasitas Tempat Tidur di RS Rujukan Covid-19

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bogor membuat kapasitas tempat tidur di Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19 hampir...

Jam Operasional Sektor Usaha Kembali Dibatasi, PHRI Kota Bogor ‘Pasrah’

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian mengeluarkan surat edaran untuk memperketat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro yang mengubah jam...

Ingat! Mulai Besok, Pemkot Bogor Kembali Terapkan PPKM Skala Mikro

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan menerapkan PPKM berskala mikro sesuai intruksi Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto mulai tanggal...

BogorOne.co.id | Kota Bogor – Satreskrim Polresta Bogor Kota berhasil meringkus dua tersangka yang terlibat dalam perdagangan orang di Apartemen Bogor Valley, Kota Bogor, Senin (12/04/21).

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Dhoni Erwando mengatakan, tindak pidana perdagangan orang ini dilakukan oleh dua tersangka, satu sebagai penyedia tempat dan satu lainnya sebagai mucikari.

“Keduanya ditangkap saat sedang pesta miras usai bertransaksi di lantai 12 apartemen Bogor Valley,” ucapnya saat konferensi pers di Pusat Pendidikan Zeni, Jalan Sudirman.

Menurut Dhoni, aksi perdagangan orang ini guna melayani nafsu pria hidung belang dengan tarif sekitar Rp500 ribu melalui kesepakatan di media sosial, kemudian bertransaksi di apartemen atau di tempat yang sudah disediakan.

“Dari Rp500 ribu ini, korban mendapat Rp300 ribu dan mucikarinya mendapat Rp200 ribu. Aksi pelaku sudah berjalan selama dua bulan dan mereka masih dibawah umur,” katanya.

Dhoni menambahkan, menurut keterangan tersangka inisial BAB (20) selaku penyedia tempat, dirinya melakukan aksi atau transaksi dalam satu minggu mencapai 10 transaksi dengan menyewakan kamar seharga Rp150 ribu per transaksinya.

“Keuntungan per bulan mencapai Rp 3juta menurut pelaku. Atas perbuatannya, tersangka terancam maksimal hukuman 15 tahun penjara,” pungkasnya. (Fik)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Latest article

Puluhan ASN Positif Covid-19, Balai Kota Bogor di Lockdown

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Banyaknya Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang terpapar Covid-19, membuat petinggi di 'gedung putih'...

Komisi IV Desak Tambah Kapasitas Tempat Tidur di RS Rujukan Covid-19

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bogor membuat kapasitas tempat tidur di Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19 hampir...

Jam Operasional Sektor Usaha Kembali Dibatasi, PHRI Kota Bogor ‘Pasrah’

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian mengeluarkan surat edaran untuk memperketat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro yang mengubah jam...

Ingat! Mulai Besok, Pemkot Bogor Kembali Terapkan PPKM Skala Mikro

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan menerapkan PPKM berskala mikro sesuai intruksi Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto mulai tanggal...

RSUD Kota Bogor Targetkan Jadi Rumah Sakit Rujukan Regional

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor mentargetkan bisa meraih predikat menjadi Rumah Sakit (RS) Rujukan Regional dari Kementerian...